Breaking News:

Idul Adha 2017

Perbedaan Cara Mengolah Daging Kambing di Indonesia dan Eropa, Mana yang Lebih Enak?

Daging kambing sebagai bahan baku masakan ternyata tak hanya lazim digunakan di Indonesia.

Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
KOMPAS/LASTI KURNIA
Daging Kambing Panggang ala Turki 

Setelah daging dipotong, dalam tradisi masyarakat Eropa dan Amerika, ada proses peristirahatan dan pelayuan daging yang disebut resting atau egeding.

Daging besar yang sudah dipotong, diistirahatkan dalam suhu stabil empat derajat Celsius.

"Tujuannya saat daging kambing tegang setelah dipotong, daging diistirahatkan biar rileks, lalu akan melemas. Memang akan menghasilkan daging yang enak nantinya," ujar Chef Haryo.

Sedangkan di Indonesia, lazimnya menggunakan proses tradisional yang spontan.

Setelah kambing dipotong, daging masih dalam keadaan tegang langsung bisa dimasak.

Baik disup, direbus, atau dikuah dengan proses yang lama.

"Bedanya proses memasak di Indonesia lama, berjam-jam hingga benar-benar empuk. Jadi proses pengempukannya itu terjadi di saat masaknya, disebut proses tradisional," ungkap celebrity chef yang kini sedang giat mendalami ilmu sunnah termasuk untuk kuliner itu. (Kompas.com/Lutfy Mairizal Putra)

Berita ini telah dimuat di Kompas.com dengan judul: Daging Kambing Aslinya Sehat, yang Tak Sehat adalah Garam Berlebihnya

Sumber: Kompas.com
Tags:
Idul Adha 2017KambingHaryo Pramoe
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved