Jelang Musim Politik 2019 Masyarakat Gunungkidul Diajak Kritis Temukan Pemimpin Relevan
Meskipun suksesi negeri masih setahun lagi gelagat politik sejumlah tokoh dan partai politik sudah mulai bermunculan.
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Meskipun suksesi negeri masih setahun lagi, gelagat politik sejumlah tokoh dan partai politik sudah mulai bermunculan.
Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul mengajak seluruh masyarakat semakin cerdas menemukan sosok-sosok pemimpinan yang relevan dalam menjawab situasi dan keadaan akhir-akhir ini cukup mengancam nilai-nilai kerukunan melalui diskusi jumatan dilaksanakan di Wonosari, Jumat (18/8/2017).
Dalam diskusi kepemimpinan relevan diikuti jaringan kerukunan dari berbagai kelompok agama dan kepercayaan di kabupaten Gunungkidul, sejumlah tokoh agama mengingatkan akan pentingnya gerakan mendorong rakyat untuk berpikir kritis terhadap rekam jejak tokoh-tokoh yang sudah rajin munculan di tengah masyarakat.
Djarot Bilang Jangan Hanya Ingat Ahok yang Meledak-ledak dan Emosional
Tokoh muda dari kelompok muslim, Aminudin Aziz, mengatakan, teladan diberikan Nabi Muhammad dalam menjawab kepemimpinan yang relevan bagi bangsa Indonesia perlu merujuk adanya perjanjian Madinah.
Perjanjian Madinah masa selepas para rasul hijrah dari Mekah menuju Madinah dibarengi dengan kesadaran meletakkan pondasi dasar membangun kehidupan berkebangsaan yang toleran mewujudkan masyarakat madani.
Aziz mengatakan, dalam piagam Madinah tersebut, menempatkan agama sebagai pusat inspirasi untuk hidup damai, bekerjasama dan saling membantu antar kelompok manusia.
Kisah Warga Sekampung yang Turun Temurun Jualan Nasi Goreng
Agama dan kitab suci apapun dapat diletakkan sebagai sumber inspirasi bersama bukan sebagai aspirasi.
“Kalau dijadikan aspirasi jelas akan pasti ribut-ribut. Apalagi di masyarakat yang plural atau majemuk seperti negara kita ini.,” kata Aziz seperti dilansir dari rilis yang diterima oleh TribunWow.com
Ia mengingatkan, sebenarnya islam memiliki nilai ajaran toleran yang sampai hari ini terus dikembangkan.
Menurutnya, paling mendasar dari sikap toleran islam tersebut yakni enam rukun iman.
Menurut Aziz, rukun iman pertama percaya pada Allah, Malaikat dan kitab termasuk kitab sebelum Quran yakni taurat zabur dan injil, iman kepada rasulnya yang kebetulan ada kesamaan dengan rasul kristen, serta iman akan hari akhir atau akhir zaman.
Dan yang keenam, iman kepada ketentuan Tuhan atau Qodo dan Qoda.
“Kalau ada calon pemimpin yang mengajak meninggalkan tatanan budaya masyarakat dan tidak menghargai budaya berarti calon tersebut tidak mengerti masyarakatnya tidak mengerti budaya yang lokal genus atau tidak dapat dihilangkan,” ujar ketua Lesbumi PCNU Gunungkidul.