5 Fakta Polemik Pidato Viktor Laiskodat yang Kontroversial, No 2 Isi Pidatonya yang Dipermasalahkan!
Video tersebut tampak Viktor dengan lantang menyebutkan ada empat partai di antara Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN yang mendukung adanya khilafah.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Kembali melansir dari Kompas.com, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Zulfan Lindan menyatakan bahwa rekaman Viktor yang sudah menyebar luas tersebut sudah diedit sebelumnya.
Menurutnya, itulah yang membuat kesalahpahaman terjadi di masyarakat dalam memahami isi pidato Viktor.
"Bahwa rekaman yang telah beredar adalah rekaman yang telah diedit sedemikian rupa sehingga menghilangkan konteks, konten, dan substansi dari pidato asli Viktor Laiskodat," ujar Zulfan yang juga Ketua Tim Kajian Hukum terkait pidato Viktor di Kantor DPP Nasdem, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).
Melenggang di Miss Universe Inggris Raya, Wanita Muslim Ini Bikin Heboh Dunia
Ia juga menjelaskan, bahwa pidato Viktor sesungguhnya hendak mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara.
Zulfan juga berpendapat bahwa tidak ada maksud dan tujuan lain dari Viktor untuk menyudutkan pihak mana pun dalam pidato itu.
"Nasdem mengajak semua pihak untuk tidak terpancing, mudah diadu domba, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Nasdem siap menerima saran bahkan kritik," ucap Zulfan.
Mengejutkan! Bentuk Kuku Setiap Orang Berbeda , Ternyata. . . . .
5. Nasdem tidak akan minta maaf atas pernyataan Viktor
Masih melansir dari Kompas.com, Zulfan pun mempersilakan empat partai yang disebut Viktor untuk menempuh jalur hukum.
Namun, Nasdem juga memutuskan untuk tidak meminta maaf kepada pihak manapun karena isi pidato Viktor secara utuh tidak menuduh PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sebagai pendukung kaum intoleran.
"Dari sudut mana kami minta maaf. Dari sudut hukum kami, persilakan. Kami enggak bisa menahan. Nasdem ini partai kecil. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk memojokan partai lain," ujar Ketua DPP Nasdem Zulfan Lindan dalam konferensi pers menyikapi pidato Viktor di Kantor DPP Nasdem, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).
Terlalu Gemas! Gaya Gempita Telpon Rafathar, Cinta Sama Aku Nggak? Kangen Aku Nggak?
Ia juga mengharapkan keempat pengurus partai tersebut menanyakan langsung ungkapan Viktor bukan menilai langsung dari potongan rekaman video yang telah diedit sehingga menghilangkan konteks keseluruhan.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Ketua DPP Nasdem Johnny G Plate, ia malah bertanya kepada siapa partainya harus meminta maaf sebab, kemarahan publik muncul dari rekaman video yang sudah diedit.
"Kepada siapa harus minta maaf. Pada siapa harus minta maaf karena terkait dengan menjaga ideologi negara. Karena beredar dokumen yang dikutip secara tidak lengkap yang menggiring pada kesimpulan yang berdampak pada beberapa pihak yang merasa dirugikan," papar Johnny.
Mengapa Wanita Merasa Nyeri saat Malam Pertama?
"Kami bersimpati pada rekan-rekan parpol yang merasa tak nyaman atas dokumen yang tak lengkap. Tapi jika melihat secara utuh dokumennya kami berikan pada Viktor untuk jaga konsensus kebangsaan kita, Pancasila sebagai ideologi," lanjut dia. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/koordinator-wilayah-dki-jakarta-partai-nasdem-victor-laiskodat_20170808_084849.jpg)