Breaking News:

Suami Bunuh Diri, Pasangan Pasutri Asal Sleman Diduga Alami Hal Ini Sebelum Tewas

Meninggal dalam waktu hampir bersamaan, mayat suami ditemukan tergantung di rumah sementara sang istri meninggal dalam mobil.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
tribunjogja/pradito rida pertana
Suasana di rumah duka korban gantung diri yang berada di Dongkelan, nampak para pelayat memenuhi rumah duka. 

TRIBUNWOW.COM - Peristiwa penemuan mayat di sebuah rumah di Kaliabu RT 1, RW 12, Bayuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (28/7/2017) menghebohkan warga sekitar.

Bagaimana tidak, mayat tersebut adalah jasad sepasang suami istri.

Terlebih lagi, keduanya tewas dalam waktu yang hampir bersamaan.

Jangan Disepelekan! 8 Aktivitas Sehari-hari ini Bisa Membahayakan Tulang Belakangmu

Seperti dikutip dari Tribun Jogja, mayat sang istri ditemukan dalam mobil Ertiga putih dengan nomor polisi AB 1210 FJ.

Sementara mayat laki-laki tergantung dalam rumah yang terletak dekat rel kereta api tersebut.

Suasana di lokasi ditemukannya kedua mayat yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Jumat (28/7/2017)
Suasana di lokasi ditemukannya kedua mayat yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Jumat (28/7/2017) (Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana)

Belakangan, fakta tentang meninggalnya dua sejoli tersebut pun terkuak.

TOP 5: Perdebatan Soal Ahok Bebas Penjara hingga Mahasiswa Indonesia Jadi Pedofil di Inggris

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, pihak Kepolisian Sektor Gamping pun mengungkap beberapa fakta yang mengejutkan.

Surat pernyataan yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara temuan mayat suami istri di Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (29/7/2017). DOKUMENTASI TRIBUN JOGJA
Surat pernyataan yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara temuan mayat suami istri di Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (29/7/2017). DOKUMENTASI TRIBUN JOGJA (Dokumentasi Tribun Jogja)

Pasalnya, dalam mobil milik korban ditemukan satu botol obat nyamuk cair.

Sang suami lantas diduga sempat menegak cairan tersebut sebelum memutuskan gantung diri.

Wow! Sampah Plastik Bisa Jadi Campuran Aspal, Kelebihannya Mengagumkan!

Lebih lanjut, dugaan ini pun diperkuat dengan hasil pemeriksaan petugas inafis.

Satu dari tiga surat yang ditemukan di TKP oleh petugas Polsek Gamping.
Satu dari tiga surat yang ditemukan di TKP oleh petugas Polsek Gamping. (Ist)

Dari pemeriksaan tercium aroma obat nyamuk cair dari tubuh korban.

"Kita temukan baygon di dalam mobil, isinya sudah berkurang, dari hasil pemeriksaan inafis, muntahan yang keluar dari mulut korban gantung diri. Aromanya dari korban berbau baygon, sepertinya korban sebelum gantung diri meminum baygon itu," kata Panit I Reskrim Polsek Gamping, Iptu Fendi Timur saat ditemui di ruangan Kanit Reskrim Polsek Gamping oleh Tribun Jogja.

Tersebar di 3 Kota, Ini Fakta Tentang Penggerebekan Ratusan WNA Komplotan Penipu Siber

Sementara itu, Fendi pun belum bisa memastikan penyebab sang istri meninggal dunia.

Namun dikatakannya, pihak kepolisian menemukan jeratan leher di mayat wanita tersebut.

Surat Wasiat.
Surat Wasiat. (ist/ facebook Mohammad Aris Wahyudi Sukandar/ICJ/ Tribun Jogja)

"Secara kasat mata, menurut hasil pemeriksaan kondisi korban berjenis kelamin perempuan ada jeratan di lehernya. Dari bekasnya ada serat-serat seperti tali tampar di leher korban, kalau talinya belum kami temukan. Dugaannya mengarah kesana (dibunuh), tapi kami masih menunggu hasil dari Rumah Sakit untuk kepastian penyebabnya," pungkasnya.

4 Fakta Penemuan 2 Mayat di Gamping Sleman yang Gemparkan Warga, No 4 Soal Surat Wasiat!

Diberitakan sebelumnya, berkaitan dengan kejadian ini ditemukan secarik surat yang berisi wasiat.

"Ada dua surat tadi, yang satu di rumah yang satu di mobil, surat yang di rumah isinya 'Rasah ngundangi polisi aku langsung diterke wae ning Dongkelan'. Dugaan sementara kami belum bisa menyimpulkannya," kata Kapolsek Gamping, Kompol Herwinedi.

Sementara di surat yang lain juga dituliskan wasiat untuk menyatukan jasad pasangan suami istri tersebut.

"Barang Siapa memisahkan jasad kami berdua, akan hantui selamanya sampai anak cucu kaliyan," bunyi penggalan kalimat dalam surat itu. (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
SlemanAkhiri HidupDaerah Istimewa Yogyakarta
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved