"Kekuasaan Harus Diawasi", Inilah 4 Hal yang Disampaikan Prabowo saat Kunjungi SBY di Cikeas
Prabowo Subianto menyambangi kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
"Presidential threshold 20 persen, menurut kami, adalah lelucon politik yang menipu rakyat Indonesia," ujar Prabowo saat ditemui Kompas.com usai bertemu SBY.
3. Silahkan berkuasa 10 atau 20 tahun, sejarah yang menilai
Pemilu menurut Prabowo adalah sesuatu yang sangat penting dan menjadi tolok ukur kualitas demokrasi suatu negara.
Oleh karenanya Prabowo lantang menyakatan kritikannya kepada UU Pemilu.
Fraksi Partai Gerindra juga ditarik mundur dan tak ingin dilibatkan dalam pengesahan UU yang bisa merusak demokrasi tersebut.
"Kita tidak mau ikut bertanggung jawab, tidak mau ditertawakan sejarah. Silakan berkuasa hingga 10 tahun, 20 tahun, namun di ujungnya sejarah yang menilai," ujar Prabowo.
"Gerindra tidak mau ikut melawan sesuatu di luar akal sehat dan logika," kata mantan Danjen Kopassus itu.
4. Awasi penguasa agar tak melampaui batas
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan SBY sepakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan penguasa.
Mereka akan memastikan para pemegang kekuasaan tidak melakukan kesewenang-wenangan dan melampaui batas.
Prabowo juga menegaskan akan pentingnya sebuah kelompok pengawas agar pemerintah tak bisa menyalahgunakaan kekuasaannya.
"Kita harus lakukan check and balances, kekuasaan harus diawasi dan diimbangi," ucap Prabowo. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)