Terungkap! Perilaku Presiden Jokowi Semasa Kuliah hingga Punya Tempat Keramat
Pada Kongres ke-9 Pancasila di UGM, Jokowi memulai pidato dengan cerita nostalgia dan diakhiri dengan kuis berhadiah sepeda.
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi dikenal dengan gaya tuturnya yang santai dan suka berinteraksi dengan masyarakat.
Pada Kongres ke-9 Pancasila di UGM, Jokowi memulai pidato dengan cerita nostalgia dan diakhiri dengan kuis berhadiah sepeda.
Sebagai alumnus UGM, Jokowi bercerita tentang masa kuliahnya waktu itu. Ada cukup banyak kenangan di halaman Balairung, lokasi pembukaan Kongres Pancasila.
Menurutnya, ada dua tempat favorit dirinya untuk sekadar 'nongkrong' maupun belajar.
Buat Orangtua! Stop Beri Hukuman Fisik pada Anak Atau Anda Akan Menyesal Seumur Hidup
"Memasuki halaman Balairung, saya jadi ingat dulu kalau pagi-pagi datang kuliahnya belum dimulai, saya belajar di bawah pohon yang sebelah ini," ujar Jokowi seraya menunjuk salah satu pohon besar di halaman Balairung UGM pada Sabtu (22/7/2017).
Selain di bawah pohon, Jokowi juga senang belajar di tangga gedung pusat Balairung UGM tersebut.
Menurutnya, tangga tersebut adalah tangga keramat.
"Kalau enggak di pohon, ya di tangga Balairung itu yang di depan. Jadi kalau mau jadi presiden, belajarnya di situ. Ini tangga keramat," tutur Jokowi yang langsung disambut riuh hadirin.
Suasana forum dibuat santai sebelum pembahasan yang serius disampaikan.
Anies Baswedan Unggah Foto Saat Panen Padi, Netizen Malah Ungkap Kejanggalan Ini!
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampai pesan tentang pentingnya pengamalan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia.
Kepada peserta kongres, Jokowi menyebut, kedatangannya ke Balairung untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa UGM menjadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Namun, ada hal yang lebih penting yang dilakukan UGM saat ini.
"Kita berkumpul di sini untuk berkomitmen yang sama dan semangat yang sama, yaitu memperkuat Pancasila sebagai jiwa bangsa, memperkuat Pancasila sebagai jiwa raga kita, dan memperkuat Pancasila sebagai cara hidup berbangsa dan bernegara," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/joko-widodo_20170723_104038.jpg)