Fakta Tentang Moda Transportasi Antar Daerah BRT Trans Jateng, No 3 Soal Tarif yang Dipatok!
Masyarakat Jawa Tengah akan memiliki alat transportasi baru. Alat transportasi itu akan menghubungkan Kabupaten dan Kota di provinsi tersebut.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Jawa Tengah akan memiliki alat transportasi baru.
Adalah Bus Rapid Transportation (BRT) Trans Jateng yang akan segera beroperasi.
Tak tanggung-tanggung, alat transportasi itu akan menghubungkan sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Sejumlah fakta soal moda transportasi tersebut kemudian terkuak.
Elektabilitasnya Unggul, Ganjar Pranowo Punya Karakter yang Sesuai Keinginan Warga Jateng?
Dihimpun Tribunwow.com, berikut ulasannya:
1. Hubungkan antar kota dan kabupaten
Jumat (7/7/2017), koridor pertama BRT Trans Jateng resmi dibuka.
Adapun koridor tersebut menghubungkan Terminal Bawen di Kabupaten Semarang dan Stasiun Tawang di Kota Semarang.
Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat, koridor pertama tersebut menyediakan 18 armada bus.

Plong! Begini Akhir Perjuangan Gadis Italia yang Tergila-Gila Pemuda Asal Jawa Tengah
Meski begitu, dikatakan Satriyo, pihaknya akan melakukan penambahan armada tahun depan.
"Saat ini baru 18 armada, tahun depan (2018, Red) rencananya akan ditambah sehingga menjadi 25 armada," kata Satriyo usai meresmikan Bus Trans Jateng di Terminal Bawen, Jumat (7/7/2017), sebagaimana dikutip dari Tribun Jateng.
Sementara itu, dalam pembukaan koridor pertama BRT Trans Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo juga turut serta.
Dalam kesempatan itu Ganjar menjelaskan adanya Trans Jateng ini difungsikan sebagai moda transportasi antar kota dan kabupaten.
"Di Semarang sudah ada Trans Semarang. Nah, untuk penghubung antar kota kabupaten di Jawa Tengah maka ada Trans Jateng," kata Ganjar sebagaimana diberitakan Tribun Jateng.
Seorang Pria Menyusup ke Mapolda Jateng Saat Dini Hari, Bukan Teroris Tapi. . .
Ditambahkannya, koridor lain BRT Trans Jateng seperti Bawen-Tawang, Semarang-Kendal hingga Semarang-Grobogan akan segera dibuka dalam waktu dekat.
"Untuk koridor lainnya, tunggu tanggal mainnya," kata Ganjar.
Ia pun berharap adanya moda transportasi tersebut bisa menghadirkan angkutan murah bagi warga.
"Adanya Trans Jateng ini diharapkan dapat menghadirkan transportasi penghubung yang murah bagi masyarakat," tandasnya.
2. Beroperasi seharian
Satriyo menjelaskan BRT Trans Jateng koridor I dari Terminal Bawen hingga Stasiun Tawang akan menempuh jarak 36,5 kilometer.
Buset! Bocah 9 Tahun Curi Bus, Perhatikan Aksi Nekatnya!
Adapun waktu tempuh untuk perjalanan tersebut adalah sekitar 90 menit.
Di sisi lain, Satriyo mengatakan bus koridor ini akan beroperasi dari subuh hingga malam hari.
Adapun waktu pengoperasian adalah dari pukul 05.00 hingga 21.00 WIB.

"Tiap armada diperkirakan akan beroperasi enam rit per hari. Jarak antar BRT atau masa tunggu penumpang sekitar 15 hingga 20 menit, dengan asumsi naik turun penumpang di tiap halte sekitar 1 menit," kata Satriyo.
3. Tarif BRT
Sebagaimana dikatakan Gubernur Ganjar, BRT Trans Jateng diharapkan bisa menjadi moda transportasi yang murah.
Fakta Kecelakaan Bus Vs Truk di Pemalang, No 2 Soal Kondisi Tubuh Korban yang Bergelimpangan
Karenanya, masalah tarif, pengelola tak mematok harga tinggi.
Terlebih lagi, seperti yang dikatakan Ganjar melansir dari Tribun Jateng , bus tersebut secara khusus ditargetkan untuk buruh dan pelajar.
"Adanya bus Trans Jateng ini tujuannya juga untuk memberikan transportasi murah kepada buruh pabrik di Kabupaten Semarang. Kami memprioritaskan untuk buruh dan pelajar," kata Ganjar usai meluncurkan bus Trans Jateng di Terminal Bawen.
Ketua Koperasi Mulia Orda Serasi (MOS) selaku pihak ketiga yang menjadi pengelola Bus Trans Jateng, Hadi Musthofa mengatakan untuk buruh pabrik dan pelajar dapat tarif khusus.
"Untuk umum tarifnya Rp 3.500, sedangkan untuk pelajar dan buruh tarifnya Rp 1.000," papar Hadi.
Patut Dicontoh! di Negara Ini, Transportasi Massal Lebih Diminati Ketimbang Mobil Pribadi
Sementara itu, buruh akan mendapat kartu khusus demi bisa mempermudah transaksi.
4. Komentar warga
Adanya BRT Trans Jateng ini tentunya disambut baik oleh warga Jateng.
Tak cuma itu, beberapa dari warga ada yang justru memberikan masukan terkait pengoperasian bus tersebut.
Dininda Ayu Hapsari (37) warga Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang jadi satu diantaranya.
Liburan, Maia Naik Jet Pribadi, Mulan Jameela Pilih Transportasi Ini!
Wanita yang kerap disapa Ayu ini berharap agar pengemudi BRT tak ugal-ugalan saat mengendarai.

"Harapan saya dan mungkin juga masyarakat lain, semoga pengemudi BRT di rute tersebut sudah terseleksi dan tidak ada seorangpun yang 'pebalap' atau merasa jadi raja jalanan di saat mengemudikan angkutan umum tersebut," ucap Ayu kepada Tribun Jateng, Kamis (6/7/2017).
Melahirkan di Bus saat Mudik dan Macet di Tol, Begini Akhirnya Nasib Sang Bayi dan Ibunya
Selain itu, ia juga mengatakan harapannya terkait pengemudi yang menguasai rute perjalanan.
Hal ini dikatakannya, bisa mengurangi angka kemungkinan kecelakaan yang terjadi pada BRT.
"Ya semoga pihak pengelola bisa berkaca pada beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di awal pasca diluncurkannya BRT rute Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang Semarang-Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu. Itu kan kemungkinan si pengemudi belum paham rute sehingga terjadi kecelakaan," terangnya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)