Breaking News:

Mitos Batu Bleneng di Tol Cipali, Tak Bisa Dipindahkan apalagi Dihancurkan!

Para pemudik pun diharapkan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jelang pintu gerbang Cipali.

Tayang:
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Batu Bleneng di Tol Cipali. 

Pemotongan Gunung Salam menciptakan tebing yang mengapit jalan tol.

Kedua tebing itu telah disemen sehingga menutup kemungkinan guguran batu dan tanah ke badan jalan.

Panjang masing-masing tebing sekitar 300 meter sedangkan puncak tebing tingginya sekitar 40 meter.

Haryanto, warga Walahar, tak percaya Batu Bleneng memiliki kekuatan gaib.

Menurutnya, Batu Bleneng adalah batu gunung biasa yang kebetulan berukuran sangat besar.

Secara kebetulan pula, batu itu terletak di dekat sekumpulan makam.

"Kalau saya tidak percaya, itu hanya kebetulan saja," katanya.

Gubernur Bengkulu Diringkus Dalam OTT KPK, Begini Fakta Lengkapnya!

Tentang alasan jalan tol di kawasan itu berbentuk letter S, Haryanto mengatakan bahwa hal itu terjadi karena tidak adanya kesepakatan harga antara pemilik lahan dan panitia pembebasan tanah.

Saat yang sama, pemilik lahan di lokasi alternatif bersedia menerima harga yang ditawarkan panitia pembebasan lahan.

Oleh karena itu, konstruksi jalan pun berbelok mengikuti letak lahan yang bisa dibebaskan.

Namun penjelasan Romli maupun Haryanto belum bisa dikonfirmasikan ke pihak-pihak yang terlibat pembebasan tanah dan pembangunan Jalan Tol Cipali di wilayah Walahar. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/3
Tags:
JabodetabekTol CipaliJawa Barat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved