4 Perdana Menteri Deklarasikan Diri sebagai Gay! Siapa Saja Mereka?
Oleh beberapa kelompok di dunia, kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) merupakan kelompok yang ditolak.
Penulis: Galih Pangestu Jati
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Oleh beberapa kelompok di dunia, kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) merupakan kelompok yang ditolak.
Hal ini tidak dapat dilepaskan dari anggapan bahwa mereka adalah seorang pendosa.
Perbuatan mereka yang mencintai sesama jenis dianggap telah menentang kodrat yang telah digariskan oleh Tuhan.
Namun, ternyata ada beberapa kepala pemerintahan yang secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya adalah bagian dari kelompok tersebut.
Dirikan Masjid Ramah LGBT, Begini Kisah Hidup Imam Gay yang Miliki Pacar Beda Agama!
Meski mereka berasal dari komunitas yang dimarginalisasi oleh masyarakat, faktanya mereka masih bisa berkontribusi untuk negeri.
Siapa saja mereka?
Berikut TribunWow.com rangkum 4 kepala pemerintahan yang secara blak-blakan mengatakan bahwa diri mereka adalah bagian dari kaum LGBT.
1. Jóhanna Sigurðardóttir
Jóhanna Sigurðardóttir merupakan seorang Perdana Menteri Islandia.
Sebelumnya, perempuan yang lahir pada 4 Oktober 1942 tersebut menjabat sebagai Menteri Urusan Sosial dan Keamanan Sosial periode 1987-1994 dan 2007-2009.
Ia merupakan seorang perdana menteri perempuan pertama di Islandia dan kepala pemerintahan pertama yang berani mengatakan secara terbuka bahwa ia seorang homoseksual.
Pada tahun 1970, ia pernah menikah dengan seorang laki-laki bernama Þorvaldur Steinar Jóhannesson dan dikaruniai dua orang putra bernama Sigurður Egill Þorvaldsson dan Davíð Steinar Þorvaldsson.
Namun, penikahannya harus berakhir pada 1987 dan ia mulai berhubungan dengan seorang perempuan bernama Jónína Leósdóttir pada 2002.
Kemudian, pada 2010, mereka mensahkan hubungan keduanya menjadi sepasang suami istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bendera-lgbt_20170607_215034.jpg)