Ini Ucapan Pemilik Willis Canteen hingga Diboikot Warga Sydney yang Berimbas Bangkrutnya Restoran
Diketahui restoran yang bangkrut tersebut bernama Willis Canteen dan nama pemiliknya adalah Teuku Indra Utama.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Wulan Kurnia Putri
"Awalnya, masih aman, hingga akhirnya Ahok kalah dan dipenjara."
"Barulah kisah bermula: Status-status hatespeech Indra di Facebook pribadi menjadi viral."
"Gara-gara Indra nyinyir terhadap aksi lilin Sydney, netizen yang trganggu, langsung ngulik wall ybs."
"Ditemui frasa Kafir Anjing Bunuh bertebaran disana."
"The power of Sosmed: Habis indra jadi bulan-bulanan."
"Sialnya, alih-alih minta maaf, Indra malah mengulangi perbuatan yang sama: buat status hatespeech."
"Indra lupa, dia hidup dan mencari nafkah di Sydney, tempat multi entis multi agama, dimana sikap rasis adalah sebuah tingkah yang tak terampuni."
"Netizen yang jengkel lalu memborbardir akun Willis Canteen di Tripadvisor, FB, dan Zoomato, intinya: Jangan makan disini, ownernya rasis."
"Tidak pake lama, bisnis Willis Canteen langsung drop dan bangkrut, pelanggan tiba-tiba hilang, dan tatapan sinis menyertai di manapun ia pergi."
"Itu terjadi hanya dalam jangka waktu tidak ada 1 bulan."
"Setelah bisnis-nya kena imbas, Indra baru buat status minta maaf."
"Tapi nasi terlanjur jadi kerak telor, mending Indra jualan kerak telor."
"Efek kampanye kebencian di Pilkada DKI merasuk & berefek jauh lebih parah dr yg pernah kita bayangkan."
"Dan itu masih terjadi hingga detik ini."
"Semua kena imbas, mulai pola fikir anak2 kencur SD-Mahasiswa, bahkan sampe menjalar ke institusi bisnis dan pemerintahan."