Breaking News:

Soroti Hal Ini, Jokowi Geregetan hingga Nada Bicaranya Meninggi Saat Pidato!

Menariknya, dalam pidato tersebut Jokowi menyampaikan dengan nada bicara cukup tinggi.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNNEWS / HERUDIN
Presiden Jokowi berbicara kepada wartawan usai melakukan pencoblosan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di TPS 04 Gambir Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). Pada kesempatan itu, presiden meyakini Pilkada berjalan aman dan menghasilkan gubernur yang terbaik dan terpercaya untuk Jakarta. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2017 di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Kamis (18/5/2017) siang.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan pidatonya.

Fakta Lengkap dari Kronologi, Penyebab hingga Akibat Kebakaran Ramayana Pasar Minggu

Menariknya, dalam pidato tersebut Jokowi menyampaikan dengan nada bicara cukup tinggi.

Pasalnya, Jokowi merasa prihatin atas kondisi Indonesia yang kini makin tertinggal dari negara lain.

"Yang lain sudah bicara space age, bagaimana mengelola luar angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih berkutat untuk hal yang tidak produktif," ujar Jokowi, seperti dikutip dari Tribunnews.

Rizieq Bilang Kasihan Friza Dijadikan Tersangka, Begini Tanggapan Keluarga

Ia pun menekankan ketertinggalan Indonesia dibanding negara lain berkaitan dengan isu yang tengah hangat belakangan ini.

"Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat-menghujat yang selalu mengembangkan negative thinking. Suudzon terhadap yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau diteruskan?" terang Jokowi.

Dengan nada bicara yang agak tegang, Jokowi pun menyoroti persoalan penggunaan cantrang di kalangan nelayan yang juga tak kunjung selesai.

Presiden Joko Widodo membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017) siang.
Presiden Joko Widodo membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017) siang. (Tribunnews.com/NICOLAS MANAFE)

"Betapa kita tiap hari urusannya nelayan cantrang enggak rampung. Urusan bibit irigasi tidak rampung. Harusnya bagaimana membawa nelayan kita offshore. Kita hanya terus-menerus masalah benih dan irigasi enggak rampung. Nelayan dan cantrang enggak rampung. Kita mau ke mana?" tutur Jokowi.

Lagi-lagi, Presiden Jokowi kembali menekankan masyarakat agar mengubah pola pikir.

Soal Reklamasi, Dulu Anies Menolak, Sekarang Seperti Ini

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu ingin masyarakat tak lagi mengurus hal-hal yang tak penting.

"Inilah yang harus kita bangkitkan. Mindset kita, pola pikir kita harus kita ubah. Jangan sampai kayak kemarin-kemarin. Saya sudah geregetan masalah yang tidak produktif ini," papar Jokowi.

Presiden Joko Widodo memberi sambutan ketika meresmikan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2016 dan pembukaan rapat koordinasi teknis SE 2016 di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/4). Jokowi memerintahkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi satu-satunya sumber data pemerintah untuk memudahkan pengambilan kebijakan yang sesuai.
Presiden Joko Widodo memberi sambutan ketika meresmikan Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2016 dan pembukaan rapat koordinasi teknis SE 2016 di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/4). Jokowi memerintahkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi satu-satunya sumber data pemerintah untuk memudahkan pengambilan kebijakan yang sesuai. (Harian Warta Kota/Henry Lopulalan)
Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
JokowiJakarta PusatGubernur DKI Jakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved