Breaking News:

Jokowi Gunakan Cara Presiden Soeharto untuk Lawan Kelompok Ini

Untuk menandakan ketegasan pemerintah dan negara, seperti yang digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya.

Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
KOLASE/TRIBUNWOW.COM
Presiden RI ke-7 Jokowi dan Presiden RI ke-2 Soeharto 

TRIBUNWOW.COM - Sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) menindak organisasi-organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI bukan lah main-main.

Jokowi bahkan mengistilahkan kata 'gebuk' untuk menindak organisasi-organisasi tersebut, karena baginya memegang konstitusi adalah kehendak rakyat bukan berlandarkan hal lain.

Kemudian, Jokowi mencontohkan semisal ada PKI muncul, maka pemerintah harus tegas melawan dan bilang tidak.

"Misalnya PKI nongol, gebuk saja. TAP MPR jelas soal larangan itu," ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Hati-hati Berucap dan Bertindak! Presiden Jokowi Beri Mandat Keras untuk Kapolri dan Panglima TNI

Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahannya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pencatutan nama Presiden dalam permintaan saham Freeport di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden menilai bahwa tindakan itu melanggar kepatutan, kepantasan, moralitas dan wibawa negara.
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahannya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pencatutan nama Presiden dalam permintaan saham Freeport di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden menilai bahwa tindakan itu melanggar kepatutan, kepantasan, moralitas dan wibawa negara. (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

Cara menggebuk organisasi yang menentang NKRI, baginya sikap penegakan hukum yang tegas dan jelas.

"Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum. Kalau ada keluar dari koridor itu, yang pas istilahnya ya digebuk," ujarnya.

Alasan ia menggunakan istilah 'gebuk' juga untuk menandakan ketegasan pemerintah dan negara, seperti yang digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya.

Pun Jokowi menjelaskan kalau pemerintah menggunakan istilah 'jewer' nanti dikatakan tidak tegas oleh rakyat.

Meskipun demikian, Jokowi menekankan ketegasan tersebut harus disadari pada moral, etika, dan keadaaban bangsa Indonesia.

Selain itu, harus ada bukti dan fakta untuk melakukan penegakan hukum.

"Jika ada bukti dan fakta, lakukan penegakan hukum. Jangan pakai hitung-hitungan lain selain penegakan hukum," ujar Jokowi.

Di Balik Pesan Menyejukkan Presiden Jokowi, Ada Kritik Pedas Ini

Jokowi bisa bubarkan Ormas radikal

Dijelaskan Koordinator TPDI dan Advokat Peradi, Petrus Selestinus, Presiden Jokowi secara langsung bisa membubarkan ormas-ormas radikal di Indonesia tanpa harus melalui putusan pengadilan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
JokowiSoehartoPartai Komunis Indonesia (PKI)NKRI
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved