Breaking News:

Di Balik Pesan Menyejukkan Presiden Jokowi, Ada Kritik 'Pedas' Ini

Pesan Presiden Jokowi usai sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Selasa (16/5/2017), berujung kritikan di media sosial.

Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
Tribunnews.com
Jokowi 

"@pln_123 Sudah email tapi tidak ada respon aku kudu piye?? @pln_123," tulis @nuiy_gellow.

Ketika pihak PLN menanyakan alamat email akun tersebut, akun tersebut justru mengatakan listrinya sudah nyala kembali.

Ada pesan khusus akun untuk PLN, agar hal serupa tidak terulang kembali.

Komplain tersebut juga memunculkan komentar dari netizen lainnya, seperti dua akun ini.

"Lha emang cuma PLN yang memonopoli listrik, tapi harganya kali ini gila-gilaan, mau ramadhan, semua naik, termasuk token," tulis @Basuki_Oktavian.

"Pak deh @jokowi .. liat tuu ..," tulis @prestasi2016.

Hati-hati Berucap dan Bertindak! Presiden Jokowi Beri Mandat Keras untuk Kapolri dan Panglima TNI

Berikut pernyataan utuh Presiden Jokowi, dilansir dari Kompas.com:

Saya baru saja bersilaturahmi dengan beliau-beliau, tokoh agama dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereha Indonesia, perwakilan umat Buddha Indonesia, dari Hindu Dharma Indonesia dan majelis tinggi Konghucu Indonesia serta Panglima TNI dan Kapolri untuk membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama.

Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga terus mempertahankan dan terus memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian dan toleransi antarumat antarkelompok dan antargolongan.

Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum. Saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul itu dijamin oleh konstitusi kita.

Tapi saya juga perlu tegaskan bahwa kebebasan tersebut harus sejalan dengan koridor hukum. Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Harus berada dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut, gesekan-gesekan tersebut, untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat.

Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekan. Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah. Karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling menolak. Karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif seperti itu.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
JokowiPerusahaan Listrik Negara (PLN)Twitter
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved