Breaking News:

Disebut 'Anak Nakal' Oleh Gerindra, Ridwan Kamil Beri Tanggapan Mengejutkan!

Ia juga menerangkan pertimbangannya menerima tawaran Nasdem lantaran partai tersebut tak mensyaratkan banyak hal.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Wulan Kurnia Putri
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil saat berbincang dengan Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Ridwan Kamil berencana maju dalam pemilihan Calon Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.

Meski belum sepenuhnya pasti, pria yang kerap disapa Emil tersebut sudah mendapat dukungan dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Alami Peradangan, Novel Baswedan Siap Operasi Mata Pekan Ini

Minggu (19/3/2017) lalu, Nasdem diketahui sudah mendeklarasikan dukungan untuk Emil.

Berkaitan dengan dukungan Nasdem yang diterimanya, Emil pun dianggap berkhianat pada Partai Gerindra yang selama ini mendukungnya.

Pasalnya, dengan menerima dukungan Nasdem, Wali Kota Bandung itu seolah memberikan dukungan pada Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.

Usai Marah dan Pecah Kaca Bus di Tol Cikunir, Mayor TNI Minta Maaf, Simak Kronologi Lengkapnya!

Sementara Gerindra sudah memiliki Calon Presiden yang tak lain adalah Prabowo Subianto.

"Kami tidak menolak secara pribadi, hanya ada perbedaan visi dan kepentingan dengan Kang Emil," kata politisi Gerindra, Fadli Zon, saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/4/2017), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Sedangkan kami jelas mendukung Pak Prabowo Subianto di 2019. Jelas ada perbedaan kepentingan di sini," ujar Fadli Zon.

Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid di Gedung DPR, Jakarta menyatakan kekecewaan yang senada dengan politisi Gerindra lain.

Ia mengatakan partainya selalu memberi dukungan untuk Emil, namun sayang hal baik itu tidak berbalik untuk partai.

Kasus Chat Rizieq-Firza, Ahli Hukum Pidana Sebut Memenuhi Unsur Pidana

"Itu kan masalahnya, dia yang bermasalah. Silakan cek ke semua. Gerindra amat sangat baik ke RK (Ridwan Kamil), kami tidak pernah menganggu, merongrong RK. Jadi sangat aneh dia meninggalkan Gerindra. Insya Allah Gerindra ada kader lain. Tapi kan itu kan etika yang kurang bagus. Dan sekali lagi, kami tidak pernah bermasalah dengan RK," kata Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

"Anak nakal ya kira-kira gitu. Saya kira semua lah, toh Ahok kan kembali. Ketika dia percaya diri independen, toh ke partai juga."

Djarot Geram dan Tidak Terima Ahok Diperlakukan Seperti Ini

Disebut "anak nakal", Ridwan Kamil pun angkat bicara.

Ia menyatakan sebutan tersebut adalah hal yang keliru.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPKLTS, Jalan Riau, Jumat (21/4/2017)
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPKLTS, Jalan Riau, Jumat (21/4/2017) (KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI)

"Kalau ada yang berkomentar dikutip media mencitrakan seolah-olah saya tidak berterima kasih, saya kira keliru. Definisi terima kasih itu kan sudah saya tunjukkan. Saya ini Ketua Timses Prabowo (di Kota Bandung) pada 2014. Dengan begitu, Jokowi hanya menang di satu kecamatan, Prabowo 29 (kecamatan). Jadi poin saya adalah tidak betul saya tidak berterima kasih," ungkapnya saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Senin (15/5/2017).

Emil pun menyatakan komunikasi politik dirinya dan Gerindra dan PKS yang mendukungnya dalam bursa Wali Kota Bandung lalu, memang mengalami beberapa kendala.

Djarot Bawa Banyak Titipan Untuk Ahok Saat Kunjungi Rutan Mako Brimob

"Jadi kalau ada orang yang bully saya anak durhaka, meninggalkan partai, enggak juga. Saya ngomong ke PKS untuk dukung saya, PKS bilang ingin mendahulukan kadernya. Saya ngomong ke Gerindra, Gerindra minta syarat sesuatu yang belum bisa saya lakukan," tuturnya.

Ia juga menerangkan pertimbangannya menerima tawaran Nasdem lantaran partai tersebut tak mensyaratkan banyak hal.

"Partai lain masih (minta saya) menunggu. Waktu ngobrol ke Nasdem, Nasdem enggak banyak pertimbangan karena sudah merasa yakin, kemudian mendeklarasikan. Pilihan menerima Nasdem karena Nasdem tidak memaksa saya jadi anggota partai dan tidak ada mahar, utamanya itu," tambahnya. (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Ridwan KamilWali Kota BandungPrabowo Subianto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved