Breaking News:

Demo Buruh Tolak Harga Listrik Naik, Fahri Hamzah Hanya Bisa Beri Janji Ini

Ribuah demonstran menolak kenaikan harga listrik, begini respon Fahri Hamzah melihat penderitaan rakyat kecil.

Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, saat menghadiri Musyawarah Nasional ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Senin (14/9/2015). 

TRIBUNWOW.COM - Masih dalam rangka menolak kenaikan tarif dasar listrik 900 VA, Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) kembali menggelar aksi di depan gedung DPR RI, Rabu (10/5/2017).

Uniknya, oleh para buruh, aksi ini dinamai AKSI 105 WATT, karena aksi ini dilakukan pada tanggal 10 bulan 5 untuk menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Buruh menilai Pemerintah tidak sensitif terhadap beban hidup masyarakat, seperti yang dituliskan pada siaran pers KSPI.

Apalagi kenaikan ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya.

Ekstrem! Peringati Hari Buruh, Bakar Karangan Bunga Ahok hingga Gelar Aksi Kubur Diri

Sehingga bisa dipastikan harga pokok akan semakin melambung tinggi akibat pemerintah tidak bisa mengendalikak harga-harga, seperti bawang putih, minyak goreng, daging.

Ditambah dengan kenaikan tarif dasar listrik, maka beban masyarakat akan semakin berat.

"Kenaikan harga listrik menurunkan daya beli buruh hingga 20 persen.

Ditambah dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, daya beli buruh turun diperkirakan menjadi 30 persen," ungkap Presiden KSPI, Said Iqbal.

Ribuan buruh dari berbagai elemen memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan turun ke jalan menuju Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2016, kaum buruh mengajukan tuntutan menolak upah murah serta pencabutan PP No. 78 Tahun 2015, tentang penghentian kriminalisasi buruh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ribuan buruh dari berbagai elemen memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan turun ke jalan menuju Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2016, kaum buruh mengajukan tuntutan menolak upah murah serta pencabutan PP No. 78 Tahun 2015, tentang penghentian kriminalisasi buruh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Berjuang untuk Para Buruh, Begini Komitmen Said Iqbal!

Lanjutnya, dengan demikian gaji buruh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan sehingga harus berhutang.

"Ibaratnya gali lubang tutup lubang," kata Iqbal.

Misalnya ada THR pada hari raya nanti, itu digunakan untuk membayar hutang dan biaya transportasi untuk pulang kampung.

"Jadi kehidupan kaum buruh tidak pernah berubah," tegasnya.

Hal tersebut yang menyebabkan, keputusan pemerintah menaikkan harga listrik sangat tidak masuk akal dan merupakan kebijakan yang liberal.

"Kebijakan ini hanya untuk menutupi defisit anggaran PLN yang terus berugi. Pemerintah tidak kreatif dalam menyiasati kerugian PLN," ungkapnya.

Menurut Said Iqbal, seharusnya pemerintah bisa lebih mencari solusi lain ketimbang menaikkan harga listrik.

Misalnya dengan melakukan konversi bahan bakar pembangkit listrik dari solar ke batubara, efisiensi terhadap over head cost dari PLN, dan restrukturisasi aset PLN.

"Ketimbang hanya menaikkan harga listrik seperti layaknya rentenir terhadap rakyat kecil dan buruh, mustinya PLN melakukan langkah-langkah efisiensi," kata Iqbal.

Buruh Protes Lagi, Permintaan Mayday Belum Dikabulkan, Pemerintah Sudah Tetapkan Kebijakan Ini

Menyimpulkan dari penjelasan Saiq, ada empat alasan yang mendasari aksi, yakin:

1. Kenaikan TDL membuat beban hidup masyarakat semakin meningkat

Apalagi kenaikan harga kebutuhan pokok akan kembali terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya, dimana harga-harga, seperti bawang putih, minyak goreng, hingha daging akan cenderung naik.

2. Listrik 900 VA merupakan salah satu dari 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL)

Sebagaimana diketahui, KHL merupakan dasar kenaikan upah minimum.

Dengan demikian, yang paling dirugikan atas kenaikan ini adalah kaum buruh dan masyarakat kecil.

3. Tidak hanya tarif dasar listrik, pasokan BBM jenis premium juga dibatasi

Akibatnya, para buruh yang kebanyakan menggunakan sepeda motor mau tidak mau harus membeli Pertalite atau Pertamax yang notabene harganya lebih mahal.

Kebijakan ini sangat ironis, karena disaat yang bersamaan harga energi dunia sedang turun.

4. Kenaikan listrik kado pahit Hari Buruh

Kenaikan tarif dasar listrik yang ketiga kalinya tepat pada tanggal 1 Mei 2017 merupakan kado pahit Presiden Jokowi untuk buruh

Seharusnya yang dilakukan Pemerintah adalah memenuhi tuntutan buruh dalam Mayday tentang HOSJATUM (Hapus OutSourcing dan pemagangan - JAminan Sosial: jaminan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat dan jaminan pensiun untuk buruh sama dengan PNS/TNI/Polri - Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015).

Namun yang terjadi malah sebaliknya, di tanggal tersebut pemerintah manaikkan tarif listrik.

Astaga! Rumah Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Ditembak karena Hal Sepele Ini?

Respon DPR RI

Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah menerima perwakilan demo.

Selain memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada buruh, yang selalu mengkritik pemerintah agar lebih baik lagi.

Sementara itu, Fahri hanya bisa berjanji akan membawa aspirasi buruh ke Siang Paripurna dan mendorong Komisi terkait untuk menindaklanjutinya.

"Ini bukan aksi yang mengada-ada. Buruh yang berpenapatan kecil menderita. Apalagi masyarakat yang tidak memiliki pendapatan," pungkas Fahri.

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah (TRIBUNNEWS.COM)

Ia mencoba mengerti perasaan buruh yang merasa keberatan, karena sebelumnya Rp 585/kwh yang saat ini menjadi Rp 1.352/kwh.

"Masyarakat yang biasanya membayar 200 ribu saat ini harus merogoh kantong lebih dalam. Hampir 500 ribu. Kenaikannya mencapai hampir 130 persen yang secara bertahap, Januari, Maret, dan Mei," ucapnya.

Aksi menolak kenaikan tarif dasar listrik dilakukan KSPI serentak di beberapa kota seperti Aceh, Batam, Medan, Bandung, Serang, Semarang, dsn Surabaya. (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Fahri HamzahDPR RISaid IqbalKSPIHari Buruh
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved