Begini Keluh Kesah Jokowi kepada Ahok, Isinya Mengagetkan!
Presiden Jokowi menyampaikan keluh kesahnya kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Dalam pembangun flyover tersebut, pemerintah DKI melibatkan para konsultan.
Merekalah yang menghitung resiko kemacetan yang terjadi atas pilihan pembangunan flyover dan menghitung kemungkinan adanya jalur alternatif yang dapat dilintasi pengguna jalan.
Atas berbagai opsi yang diberikan oleh konsultan tersebut, pemerintah DKI memilih untuk membangun flyover sekalgus.
"Saya pilih, potong sekaligus. Macetnya jadi 80 persen, macet di Pancoran dan terowongan bawah, tapi paling satu dua tahun (flyover Pancoran sudah) selesai," kata Ahok.
Sedangkan jika dibangun satu persatu, waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan mencapai 10 tahun.
Pembangunan Merugikan Ahok Secara Politik
Konsultan tersebut juga mengungkapkan, jika keputusan pemerintah DKI tersebut akan merugikan Ahok secara politik.
"Kami enggak hitung cost politik, ini enggak ada keuntungan politiknya, lempeng aja untuk perbaikan. Kami sepakat membangun itu (flyover Pancoran)," kata Ahok.
Ahok sudah memperhitungkan, jika puncak kemacetan akan terjadi saat Pilkada 2017 berlangsung.
"Orang Jakarta juga sudah biasa mengalami kemacetan, yang penting dua tahun selesai (jalan layang), jadi plong. (pembangunan) LRT juga sama, kami tidak mau tunda," ungkap Ahok.
"Makanya saya katakan, siapa pun yang terpilih menggantikan kami, dia keenakan tuh tinggal resmikan saja. Semuanya tinggal resmi, resmi, resmi. Tapi kita kan bukan masalah kepilih atau enggak kepilih, kita bicara mengatasi masalah atau tidak," imbuh Ahok. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)