Breaking News:

Begini Keluh Kesah Jokowi kepada Ahok, Isinya Mengagetkan!

Presiden Jokowi menyampaikan keluh kesahnya kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau perkembangan proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Kamis (23/2/2017). Pembangunan proyek yang diharapkan akan mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Semanggi tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2017. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keluh kesahnya kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jokowi mengeluhkan mengenai kondisi kawasan Pancoran di Jakarta Selatan ynag kian macet.

Ahok-Djarot Kalah dalam Pilkada DKI Jakarta, Begini Nasib Program Bedah Rumah Cilincing!

Keluhan tersebut disampaikan oleh Jokowi kepada Ahok tatkala bertemu di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (26/4/2017).

"Saya kemarin ketemu sama Pak Jokowi, dibilang, 'Pancoran macet, Pak'," kata Ahok menirukan percakapannya dengan Jokowi, dikutip dari KOMPAS.com.

Cerita Ahok yang Gerah Disebut Settingan Kirim Karangan Bunga ke Balai Kota

Ahok, menyampaikan hal tersebut ketika membuka Rakerda Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/4/2017).

"Saya bilang, 'kan kita yang putusin, Pak'," kata Ahok.

Dikutip dari Kompas.com, kemacetan di kawasan Pancoran tersebut terjadi karena adanya pembangunan flyover atau jalan layang.

Keputusan untuk membangun flyover tersebut diambil ketika Jokowi dan Ahok masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Saat itu Jokowi dan Ahok dihadapkan pada berbagai pilihan terkait pembangunan flyover.

Yakni, jika pembangunan flyover dilakukan sekaligus, maka akan menambah resiko kemacetan sekitar 80 persen.

Namun jika dibangun satu persatu, resiko kemacetan menjadi 30 persen, namun lambat laun jumlah mobil terus bertambah di Ibu Kota dan menambah resiko kemacetan.

"Tapi kalau kami bangun (flyover) pelan-pelan, mobil tambah terus. Kan sama-sama macet juga," kata Ahok.


Ilustrasi kemacetan
Ilustrasi kemacetan (Arimbi Ramadhiani)


Pembangunan Libatkan Konsultan

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Jakarta SelatanBasuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved