Ruhut Beri Ucapan Selamat Sekaligus Pengingat! Janji Manis Anies-Sandi Ini Bisakah Terealisasi?
Ruhut Sitompul, selaku Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memberikan ucapan selamat kepada Anies-Sandi
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
Program Anies mengenai dana 3 miliar per RW juga pernah tersandung masalah.
Sebelumnya, diketahui, Anies berencana untuk mengadopsi program paslon nomor satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tentang program 1 miliar per RW.
"Iya, bahkan kita berencana lebih banyak lagi ya jumlahnya. Secara jumlah bervariasi tiap wilayah. Jadi secara prinsip, itu program yang memang kita juga akan lakukan. Hanya, sekarang lagi dibahas di tim branding-nya seperti apa supaya pesannya sama," ujar Anies di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017) dikutip dari Tribunnews.com.
"Karena pesan program yang kita lakukan, kita buat itu tiap RW punya nilai yang berbeda-beda, bahkan bisa sampai Rp 3 miliar," sambungnya.
lantaran program tersebut, Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) melaporkan Anies ke Badan pengawas pemilu (Bawaslu).
TAJI menilai Anies melakukan 'money politic'.
Detik-detik Kota Bandung Dilanda Angin Kencang dan Hujan Salju
"Ini jelas arahnya politik uang," kata perwakilan TAJI Surya Tjandra saat ditemui di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jalan Danau Agung III, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (9/3/2017), seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Mengacu pada Pasal 73 ayat 1 UU Pilkada yang berbunyi "Calon dan/atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara pemilihan dan/atau pemilih", TAJI meminta Bawaslu segera menyelidiki dugaan politik uang tersebut.
Parahnya lagi, Anies tidak pernah melaporkan program kerja ini kepada KPU DKI. Dia hanya menjanjikan saat berkampanye," kata Surya.
Surya menilai janji semacam itu sangat membodohi masyarakat.
Menurutnya, dana yang harus disiapkan dari APBD bisa mencapai Rp 8 triliun jika memang Anies menjanjikan Rp 3 miliar per RW sehingga tak menutup kemungkinan akan adanya praktik korupsi.
"Dana untuk program KJP, yang jelas bermanfaat saja hanya menghabiskan Rp.2,5 Triliun. Jauh lebih kecil dibanding dana bergulir itu," pungkasnya. (TribunWow.com/Fachri Sakti Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ruhut-sitompul_20170421_134717.jpg)