Breaking News:

Soeharto dari Kisahnya tentang Asmara hingga 200 Paranormal Benteng Kekuasaan

Sosoknya meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia. Banyak yang tertarik dengan cerita di balik sosoknya yang murah senyum

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Intisari.online.com
Soeharto dan Ibu Tien 

Tiga hari setelah pernikahan, Ibu Tien diboyong Pak Harto ke Yogyakarta.

Kemudian mereka hidup rukun hingga maut memisahkan.

Dari pernikahannya, mereka memiliki enam orang anak yaitu, Tutut, Sigit, Bambang, Titiek, Tommy, serta Mamiek.

Sosoknya yang Lekat dengan Dunia Gaib, Supranatural, dan Spiritualisme Jawa

Sosok Pak Harto bisa digolongkan sebagai penganut Islam Kejawen, seperti cara para leluhur Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat (Mataram) yang telah berhasil "mengawikan" Islam Kejawen sejak Pemerintahan Raja Sultan Agung (1613-1645).

Dalam keyakinan dan kultur Jawa, ia diyakini memiliki 'prewangan' karena latar belakang kehidupan Soeharto yang penuh dengan perjuangan dan selalu selamat bahkan sukses dalam meniti kehidupannya.

Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pusaka dan paranormal yang dimiliki Soeharto demi melanggengkan kekuasaannya sebagai presiden yang lamanya lebih dari 30 tahun itu.

Konon, sekitar 2.000 pusaka dimiliki Soeharto, di antaranya keris Keluk Kemukus yang membuat pemiliknya bisa menghilang (Majalah Misteri, 1998).

Terpopuler: dari Kesaktian Soeharto hingga Ungkapan Pilu Siswa Pedalaman pada Jokowi

Sementara itu, berdasarkan tulisan berjudul Dunia Spiritual Soeharto karya Arwan Tuti Artha, pak Harto juga memboyong topeng Gajah Mada dari Bali, gong keramat dan sejumlah keris pusaka Keraton Surakarta yang terpaksa dikembalikan, karena Surakarta dilanda banjir bandang.

Selain itu, Soeharto pun juga menghimpun sekitar 200 paranormal untuk membentengi kekuasaannya. Kesemuanya memberi nasihat spiritual dan peneropongan gaib.

Kisah Mengharukan Bung Hatta dan Sepatu yang Tidak Terbeli hingga Sang Proklamator Gugur

Lalu apakah Pak Harto bisa digolongkan sebagai orang yang ‘’salah’’ jika dalam kehidupannya lekat dengan dunia gaib dan supranatural itu?

Tentu saja tidak. Pasalnya kehidupan semua orang selalu terkait dengan masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Apa yang terjadi di masa depan serba gaib dan misteri karena orang bersangkutan jika ditanya juga tidak tahu.

Pak Harto juga selalu bercita-cita sebagai Presiden dan juga Raja di Indonesia agar semua rakyat yang dipimpinnya dalam kondisi gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerjo raharja.

Atau sesuai sila kelima Pancasila, 'Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia'. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: Intisari
Halaman 3/3
Tags:
SoehartoYogyakartaSolo
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved