Soeharto dari Kisahnya tentang Asmara hingga 200 Paranormal Benteng Kekuasaan
Sosoknya meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia. Banyak yang tertarik dengan cerita di balik sosoknya yang murah senyum
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Sosok Presiden Soeharto memang dikenal misterius dan penuh dengan rahasia.
Sosoknya meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Kiprahnya sebagai Presiden kedua Republik Indonesia, tentunya masih melekat di ingatan setiap orang yang pernah merasakan kepemimpinannya selama tiga puluh dua tahun berkuasa.
Rahasia Kisah Asmara Semanis Tebu Soeharto dan Ibu Tien yang Menyentuh Kalbu
Banyak yang tertarik dengan cerita di balik sosoknya yang murah senyum tersebut.
Termasuk perihal kehidupan pribadinya yang jauh dari sorotan media.
Namun, jika ditelisik, ternyata sosok Soeharto atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Harto ini, memiliki kisah asmara dan kedekatan pada dunia gaib yang sangat menarik untuk dibahas.
Rekam Jejak Tommy Soeharto, Putra Cendana yang Ingin Ikuti Ayahnya di Dunia Politik!
Di antara Presiden Indonesia yang pernah menjabat, hanya Soeharto yang memiliki spiritualisme Jawa yang kental demi menopang stabilitas kekuasaannya.
Meski begitu, ternyata dirinya dikenal sebagai sosok yang tidak jago dalam urusan asmara.
Bagaimana kisah selengkapnya? Simak rangkuman tim TribunWow.com dari laman Intisari berikut ini!
Meski Ganteng, Pak Harto ternyata tak pandai dalam urusan percintaan!
Sebelum menikah, Pak Harto memang belum pernah sekalipun punya hubungan khusus dengan perempuan.
Ada yang bilang, ia terlalu pendiam dan pemalu.
Ada yang menyebut ia terlalu sibuk dengan karier.
Padahal ia memiliki paras wajah yang tampan untuk ukuran tentara saat itu.
Meski sudah memiliki 'modal' tersebut, ternyata Pak Harto tidak jago dalam urusan asmara.
Kesibukannya di dunia militer sebagai Letnan Kolonel dengan segala tanggung jawabnya yang banyak, membuat Pak Harto kurang memikirkan urusan pribadinya terutama urusan berkeluarga.
Ia terlalu sibuk memikirkan masa depan dan keluarganya saja, mengingat ia juga harus menanggung kehidupan adik-adik tirinya.
Seiring karier militernya kian memucak, kehidupan Pak Harto mulai membaik, saat itu dirinya masih tinggal di Yogyakarta.
Karena kariernya, ia kemudian memiliki rumah sendiri, lengkap dengan fasilitas termasuk mobil dinas.
Masa-masa kejayaan tersebut terjadi pada saat Pak Harto berusia 26 tahun dan belum memiliki istri.
Di rumah dinasnya tersebut, ia hanya tinggal bersama adik tirinya, Probosutedjo, beberapa pengawal, ajudan, dan pembantu rumah tangga saja.
Inilah 3 Persamaan Donald Trump dan Soeharto
Melihat Soeharto yang masih membujang, orangtua angkatnya pun berkunjung ke Yogyakarta dan membawa misi untuk menjodohkannya dengan seorang putri wedana yang bekerja di Keraton Mangkunegaran, Solo.
Meski ragu karena calon yang dijodohkan adalah keluarga berdarah biru, ia lebih memilih untuk menuruti permintaan orangtua angkatnya saja.
Ia hanya takut jika pihak keluarga perempuan tidak mau menerima dirinya karena ia hanyalah orang biasa.
Perempuan itu adalah Siti Hartinah, putri dari RM Tumenggung Soemoharjomo, yang membuat Pak Harto langsung kepincut pada saat pertama kali bertemu.
Acara lamaran dan pernikahan pun langsung digelar dengan cepat.
Mereka menikah pada tanggal 26 Desember 1947, dan Siti Hartinah resmi menjadi Nyonya Soeharto yang kemudian akrab dengan panggilan Ibu Tien Soeharto.
Tiga hari setelah pernikahan, Ibu Tien diboyong Pak Harto ke Yogyakarta.
Kemudian mereka hidup rukun hingga maut memisahkan.
Dari pernikahannya, mereka memiliki enam orang anak yaitu, Tutut, Sigit, Bambang, Titiek, Tommy, serta Mamiek.
Sosoknya yang Lekat dengan Dunia Gaib, Supranatural, dan Spiritualisme Jawa
Sosok Pak Harto bisa digolongkan sebagai penganut Islam Kejawen, seperti cara para leluhur Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat (Mataram) yang telah berhasil "mengawikan" Islam Kejawen sejak Pemerintahan Raja Sultan Agung (1613-1645).
Dalam keyakinan dan kultur Jawa, ia diyakini memiliki 'prewangan' karena latar belakang kehidupan Soeharto yang penuh dengan perjuangan dan selalu selamat bahkan sukses dalam meniti kehidupannya.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pusaka dan paranormal yang dimiliki Soeharto demi melanggengkan kekuasaannya sebagai presiden yang lamanya lebih dari 30 tahun itu.
Konon, sekitar 2.000 pusaka dimiliki Soeharto, di antaranya keris Keluk Kemukus yang membuat pemiliknya bisa menghilang (Majalah Misteri, 1998).
Terpopuler: dari Kesaktian Soeharto hingga Ungkapan Pilu Siswa Pedalaman pada Jokowi
Sementara itu, berdasarkan tulisan berjudul Dunia Spiritual Soeharto karya Arwan Tuti Artha, pak Harto juga memboyong topeng Gajah Mada dari Bali, gong keramat dan sejumlah keris pusaka Keraton Surakarta yang terpaksa dikembalikan, karena Surakarta dilanda banjir bandang.
Selain itu, Soeharto pun juga menghimpun sekitar 200 paranormal untuk membentengi kekuasaannya. Kesemuanya memberi nasihat spiritual dan peneropongan gaib.
Kisah Mengharukan Bung Hatta dan Sepatu yang Tidak Terbeli hingga Sang Proklamator Gugur
Lalu apakah Pak Harto bisa digolongkan sebagai orang yang ‘’salah’’ jika dalam kehidupannya lekat dengan dunia gaib dan supranatural itu?
Tentu saja tidak. Pasalnya kehidupan semua orang selalu terkait dengan masa lalu, sekarang, dan masa depan.
Apa yang terjadi di masa depan serba gaib dan misteri karena orang bersangkutan jika ditanya juga tidak tahu.
Pak Harto juga selalu bercita-cita sebagai Presiden dan juga Raja di Indonesia agar semua rakyat yang dipimpinnya dalam kondisi gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerjo raharja.
Atau sesuai sila kelima Pancasila, 'Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia'. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/soeharto-dan-ibu-tien_20170410_090617.jpg)