Dikenai Wajib Militer, Transjender Thailand Dilanda Stres
Dalam antrean perekrutan pria yang harus ikut wajib militer di Thailand, selalu tampak sosok-sosok feminin.
Editor: Galih Pangestu Jati
Sementara bagi yang tak mempunyai surat itu, mereka harus tetap harus ikut dalam proses penyaringan.
Penentuan wajib militer biasanya diadakan tiap bulan April.
Akibat banyaknya kaum transjender di Thailand, maka sudah terbiasa pula terlihat para transjender yang tak punya surat pembebasan, berada di dalam antrean para pria dalam pemeriksaan kesehatan untuk ikut wajib militer.
Sejumlah warga tranjender mengaku sangat stres dengan kewajiban tersebut.
• 7 Fakta Tragedi Pembunuhan Satu Keluarga di Medan
Banyak kaum transjender yang panik dalam penyaringan itu, antara lain karena dalam pemeriksaan kesehatan, pakaian mereka harus dilucuti.
Seorang dokter akan membawa mereka ke ruangan tertutup atau di balik dinding.
Dokter akan melihat apakah kaum transjender itu mengalami banyak perubahan fisik atau tidak.
Pendaftaran wajib militer di Thailand dilakukan dengan sistem undian.
Di dalam guci tertutup mereka harus mengambil kartu. Ada dua jenis kartu di dalamnya. Kartu merah dan kartu hitam.
Jika mendapat kartu merah, artinya mereka langsung langsung diproses untuk ikut wamil, sedangkan jika mendapat kartu hitam, mereka tak harus ikut wajib militer di tahun itu.
Setiap tahunnya jumlah pria yang ikut wajib militer di Thailand sekitar 100 ribu orang.
Mereka menjalani wajib militer selama dua tahun. Setelahnya, warga bisa kembali menjalani kehidupan biasa.
• Aksi Cristiano Ronaldo di Lapangan Bikin Gadis Kecil Ketakutan, Lihat Videonya!
Para pegiat HAM di Thailand terus berusaha agar transjender mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/transjender-di-thailand_20170410_213406.jpg)