Breaking News:

Miris! Bom Meledak di Gereja Koptik Mesir: Puluhan Korban Jiwa hingga Tanggapan Paus Fransiskus

Serangan bom meledak terjadi di Gereja Kristen Koptik Mar Girgis atau yang dikenal sebagai Gereja St. George, pada Minggu (9/4/2017).

Tayang:
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Khaled Elfiqi/EPA/Aljazeera.com
Aparat keamanan memeriksa lokasi ledakan bom di barisan depan kursi jemaat di Gereja Koptik Mar Girgis, di Tanta, Mesir, Minggu (9/4/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Serangan bom meledak terjadi di Gereja Kristen Koptik Mar Girgis atau yang dikenal sebagai Gereja St. George, pada Minggu (9/4/2017).

Bom tersebut meledak pada saat jemaat gereja sedang beribadah Minggu Palma untuk memeringati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem.

Dilansir dari laman Aljazeera, sedikitnya 21 orang tewas dalam ledakan di dalam gereja yang terletak di Kota Tanta, Mesir.

Sedangkan media lokal melaporkan adanya ledakan lain yang menewaskan 11 orang di depan sebuah gereja yang berlokasi di Alexandria.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan ledakan bom tersebut dalam sebuah pernyataan di situs Amaq milik mereka.

Ledakan bom di Gereja St. George menjadi serangan pertama ISIS untuk gereja-gereja yang ada di Mesir tersebut.

Televisi pemerintah Mesir melaporkan setidaknya ada 69 orang terluka.

Beberapa jam setelah pengeboman di Tanta, ledakan lain menghantam area depan Gereja St Mark di Alexandria.

Pada ledakan kedua ini ada 11 orang tewas dan 21 orang terluka. Dikabarkan bahwa kedua serangan tersebut adalah bom bunuh diri.

Mahjoob Zweiri, seorang profesor di Universitas Qatar mengatakan bahwa serangan tersebut bukan hal yang pertama terjadi di Kota Tanta.

"Sebelum ledakan ini, umat Kristen di daerah Tanta sudah pernah melihat dan merasakan ledakan serupa pada Desember lalu. Hal ini terjadi mungkin karena jumlah presentase umat Kristen dan umat non-Muslim lainnya paling banyak di Tanta" kata Zweiri.

"Pemerintah harus mengambil langkah-langkah kemanan jika di negaranya ada acara keagamaan seperti ini. Karena selalu ada kemungkinan serangan teroris terjadi" tambahnya.

Timothy Kaldas, nonn-resident fellow di Tahrir Institute for Middle East Policy, mengatakan serangan itu dirancang untuk menciptakan perselisihan agama.


Gereja Koptik berulang kali ditargetkan

Pemboman itu yang terbaru dalam serangkaian serangan di minoritas Kristen Mesir, yang populasinya hanya sekitar 10 persen dari populasi selurunya dan telah berulang kali ditargetkan oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Sumber:
Halaman 1/2
Tags:
MesirGereja St. GeorgePaus FransiskusISIS
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved