Heboh Serangan Gas Kimia di Suriah, Amerika Serikat Salahkan Presiden Assad
Sebuah serangan gas kimia menewaskan puluhan orang di Suriah, Selasa (4/4/2017).
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Sebuah serangan gas kimia menewaskan puluhan orang di Suriah, Selasa (4/4/2017).
Serangan tersebut terjadi di daerah yang dikuasai oleh pemberontak Suriah di Provinisi Idlib Utara.
Aktivis mengatakan bahwa insiden serangan gas kimia ini menjadi insiden penyerangan terburuk yang pernah dialami perang saudara Suriah selama enam tahun belakangan ini.
Keji, Serangan Senjata Kimia di Suriah Menewaskan Puluhan Warga Sipil dan Belasan Anak
Dilansir dari laman NBC News (5/4/2017), setidaknya 83 orang tewas, termasuk 25 anak-anak, dan setidaknya 350 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh badan bantuan Uni Perawatan Medis dan Organisasi-organisasi Bantuan (Union of Medical Care and Relief Organizations,UOSSM).
Mengenaskan! Begini Kisah Tewasnya Komandan ISIS Asal Indonesia di Suriah
Sedangkan Obesrvatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights, SOHR) melaporkan bahwa serangan yang ditujukan terhadap Khan Sheikoun, dilancarkan oleh pemerintah Suriah atau Jet Rusia.
Pesawat menembakkan roket ke klinik yang mengobati korban, para petugas medis dan aktivis.
Namun, Tentara Suriah membantah bahwa pemerintah menggunakan senjata kimia seperti itu.
Atas insiden tersebut, Presiden Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut tercela dan tidak bisa diabaikan oleh dunia yang beradab ini.
Erupsi Sinabung Kembali Membumbung, Lihat Kengerian Fotonya!
Trump pun menyalahkan rezim pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan pemerintahan Obama karena pada pada tahun 2012, Obama akan membentuk 'garis merah' terhadap senjata kimia namun tidak ada kelanjutannya apapun.
Pihak Gedung Putih menyatakan Pemerintah Suriah adalah pihak yang harus bertanggung jawab dalam serangan gas beracun tersebut.
Dilansir dari Reuters, juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan bahwa tindakan keji oleh rezim Bashar al-Assad merupakan konsekuensi dari kelemahan administrasi masa lalu dan keraguan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/suriah-gas-attack_20170405_162612.jpg)