Breaking News:

KH Hasyim Muzadi Berpulang

Hasyim Muzadi Meninggal Dunia! Inilah Jejak Perjalanan Hidup sang Kiai

Hasyim Muzadi sempat dirawat di Rumah Sakit selama tiga hari, sejak 11 Maret 2017 hingga Senin, 13 Maret 2017.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Wulan Kurnia Putri
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Hasyim Muzadi. 

Baca: Mahfud MD Kabarkan Duka, KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

Jejak Organisasi

Hasyim Muzadi menyelesaikan jenjang perkuliahannya di Institut Agama Islam Negeri Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.

Sebagai mahasiswa, Hasyim juga terlibat menjadi kader organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Saat di PMII, Hasyim Muzadi berkesempatan menjabat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Malang pada tahun 1966.

Dalam pergulatan organisasi, Hasyim Muzadi pernah menjabat sebagai Ketua Anak Cabang GP Ansor Bululawang-Malang tahun 1965.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Cabang GP Ansor Malang 1967-1971, Ketua PCNU Malang 1973-1977, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur 1983-1987, Ketua PP GP Ansor 1985-1987, Ketua PWNU Jawa Timur 1992-1999, dan mencapai puncak karier organisasi dengan menjabat Ketua Umum PBNU 1999-2004.

KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi (Tribunnews)

Karier Politik

Hasyim Muzadi memilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam meniti awal karier politiknya.

Ketika berada di PPP, ia menjabat Ketua DPC PPP Malang 1973-1977.

Bersama PPP, Hasyim menjadi anggota DPRD Tingkat II Malang-Jawa Timur dan anggota DPRD Tingkat I di Jawa Timur 1986-1987.

Hasyim juga pernah maju bersama Megawati dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 6 Mei 2004.

Namun mereka berdua kalah dengan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla di putaran kedua.

Selain berpolitik, Hasyim juga terlibat dalam mengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, Jawa Timur.

Ia juga pernah membuat karya-karya tulis mengenai pemikirannya tentang NU.

Karya tulisnya antara lain, Membangun NU Pasca Gus Dur, terbit tahun 1999, NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, terbit tahun 1999, dan menyembuhkan Luka NU, yang terbit 2002.

Baca: Korupsi! Harga Selembar EKTP Rp 4.700 Dinaikkan Jadi Rp 16.000

Baca: Ketika PPP dan Demokrat Tak Setuju Hak Angket EKTP Digulirkan, Golkar Minta Kader Tetap Solid

(Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Jusuf KallaMegawatiGerakan Pemuda Ansor (GP Ansor)Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved