Pilgub DKI Jakarta
Pelantun Lagu Laskar Pelangi Angkat Bicara Soal Tuduhan Praktik Politik Uang
Giring 'Nijdi' diduga melakukan politik uang demi bisa mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang akan maju.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Senin (13/3/2017) lalu.
Laporan itu menyusul acara bagi-bagi sembako yang dilakukan oleh pelantun lagu "Laskar Pelangi" ini di Kampung Melayu, Jumat (10/3/2017).
Giring dan beberapa orang lainnya diketahui mengenakan atribut bernuansa kotak-kotak dalam acara bakti sosial itu.
Karena hal itu pula, Giring diduga melakukan politik uang demi bisa mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang akan maju dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran dua, 19 April 2017 mendatang.
Baca: Anies-Sandi Lebih Unggul di Putaran Kedua, Buktinya Lihat 3 Hasil Survei Median!
Berkaitan dengan hal ini, Giring pun angkat bicara.
Pada Selasa (14/3/2017), ia menyatakan dugaan politik uang merupakan hal yang mustahil.
Pasalnya, Giring mengaku tak mengeluarkan uang sepeser pun untuk agenda bagi-bagi sembako itu.
"Ya, nggak mungkinlah. Saya nggak mengeluarkan sepeser pun. Saya keluarkan uang cuma buat naik taksi doang. Saya bukan tipe orang yang kayak gitulah," ucapnya ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (14/3/2017), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Giring pun menyayangkan kabar ini lantaran niatnya menolong orang lain disalahartikan.
"Ya, (tuduhan itu) salah. Yang saya sedih, tuh, berniat baik tapi malah kayak gini," katanya.
Lebih lanjut, Giring menyatakan dalam acara itu dirinya hanya membantu sang bunda, Irmawaty Djumaryo, yang melakukan kegiatan sosial di wilayah yang sering terkena musibah banjir itu.
"Ibu saya itu orangnya hobi membantu orang, jadi simpatisanlah. Kebetulan, saat itu saya diminta temani dia. Ya, udah, saya temani," terang Giring.
Baca: Potret Anies Baswedan Saat Jabat Mendikbud Tiba-tiba Jadi Kontroversi Jelang Putaran Kedua
"Nah, itu kayaknya acaranya simpatisan, deh. Acara warga sipil biasa. Saling membantulah. Itu kan daerah banjir. Satu sama lain, simpatisan, karena kami punya rasa toleransi tinggi, kami saling bantu daerah banjir," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/giring_20170315_181227.jpg)