Bikin Merinding, Solidaritas Warga Kota Malang Hadapi Aksi Mogok Sopir Angkot
Kata kunci #NebengMalang jadi trending. Bahkan Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menjadi relawan sopir gratisan
Editor: Yudie
Buat adek2 sekolah yang gak dapat Angkot, kalo ketemu kakak bervespa ini panggil Saja ya, kami siap mengantar gratis #NebengMalang
@JustGhulam:
The power of civil movement with #nebengmalang.
@VieandWahyoe:
Ahamdulillah angkot mogok lagi, kalo gini kan rejeki buat dealer2 motor, dan pahala buat yg kasih tumpangan. #nebengmalang @PuspitaFM
Tak Hanya Warga
Solidaritas meluas tak hanya di antara warga.
Kalangan DPRD, Pemkot Malang dan Kepolisian ikut berpartisipasi memberi tumpangan gratis.
Ada sekitar 20 armada milik Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, dan Polres Malang Kota. Armada itu terpusat di depan Stasiun Kota Malang. Semua kendaraan terpusat di sekitar Stasiun Kota Malang. Armada ini melayani trayek ke Terminal Gadang, Arjosari, Kacuk, juga Landungsari.
Pantauan SURYAMALANG.COM Rabu (8/3/2017) siang, sejumlah warga terlihat menunggu di sekitar Stasiun Kota Malang. Calon penumpang ini menunggu angkot, tetapi tidak ada angkot yang beroperasi.
Sejumlah mobil dinas DPRD Kota Malang dikerahkan untuk mengangkut penumpang yang terlantar akibat sopir angkot masih mogok, Rabu. “Kami terjunkan mobil dinas dewan untuk mengangkut penumpang. Mobil ini sudah mengangkut penumpang sejak pagi. Ada 28 mobil yang berpartisipasi,” ujar Hadi Susanto, anggota Komisi D DPRD Kota Malang.
Ada pula kelompok relawan yang tergabung dalam Komunitas Tilang Malang. Mereka menyiapkan sekitar 50 personel untuk mengangkut pelajar.
Anggota komunitas ini berkumpul di depan Telkom Kayutangan (kawasan pusat Kota Malang) sambil menunggu waktu pulang sekolah. Seorang relawan, Sodikin (40) mengatakan para relawan ojek gratis khusus pelajar ini akan membantu mengantarkan para pelajar SD sampai SMP ke rumah atau lokasi tertentu.
“Untuk yang rumahnya dekat, bisa diantar langsung ke rumah. Untuk jalur panjang, kami masih menunggu koordinasi. Bisa berhenti di Balai Kota atau Stasiun Kota Malang kemudian diangkut kendaraan Dishub Kota Malang,” jelasnya.
Anggota relawan berasal dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, dosen, maupun pekerja swasta. “Ini sebagai kegiatan sosial tanpa ada tendensi apa-apa, dan murni untuk membantu pelajar pulang ke rumah usai sekolah,” katanya.