Breaking News:

Mahasiswa STIKOM Surabaya Ciptakan Tongkat Canggih untuk Tuna Netra, Ada 2 Sensor Ultrasonik

Mahasiswa jurusan Sistem Komputer, Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya M Nur Bimantoro, menciptakan tongkat bantu jalan untuk tuna netra

Tayang:
Editor: Yudie
Surya.co.id
Mahasiswa jurusan Sistem Komputer, Institut Bisnis dan Informatika STIKOM Surabaya M Nur Bimantoro, menciptakan tongkat bantu jalan untuk tuna netra 

“Dalam sistem ini sensor ultrasonik mengeluarkan suara yang kemudian akan terpantul jika mengenai benda padat dan diterima oleh receiver,” ulasnya.

Setelah jarak dalam satuan centimeter sudah didapat, dilakukan penentuan jarak untuk memberikan informasi berupa suara melalui buzzer kepada pemakai tongkat pintar tersebut.

Meskipun demikian, tongkat ini cukup ringan karena dibuat dari pipa paralon (pvc) serta karet handspat motor.

“Mulai menggali ide hingga membuat tongkat ini memerlukan waktu enam bulan, satu semester. Yang lama pada sistem perakitan dan pengujian. Untuk biayanya sekitar Rp1 juta. Nominal yang terjangkau dibanding besarnya manfaat tongkat,” ulasnya.

Nur Bimantoro tidak keberatan jika ada pihak yang minta karyanya diperbanyak dan disumbangkan ke yayasan yang menaungi anak tuna netra.

Dia siap menyediakan bila ada pesananan dalam jumlah tertentu untuk kemudian diberikan secara cuma-cuma kepada lembaga pendidikan tunanetra.

"Misalkan ke Yayasan Pendidikan Anak Buta yang mengelola Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) Anak Buta di Kecamatan Sukolilo Surabaya,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Tags:
STIKOM SurabayaKota SurabayaSMPLB Anak Buta
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved