Inilah 10 Kebohongan Donald Trump Selama Menjadi Presiden Amerika Serikat
Selama bekerja sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah berkali-kali mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi.
Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: Tinwarotul Fatonah
Setelah diminta untuk mengeluarkan daftar penyerangan terorisme, White House memberikan data yang di dalamnya termasuk Paris, Berlin, dan Orlando.
Pernyataannya bahwa umat Kristen sulit untuk masuk sementara umat Muslim dapat dengan mudah masuk ke Amerika Serikat adalah bohong.
Pengungsi umat Kristen juga bisa masuk ke dalam Amerika Serikat.
3. Kontroversi 'Travel Ban'
Donald Trump menyatakan bahwa 109 orang dari ratus-ribuan orang wisatawan terkena dampak dari perintah imigrasi yang dibuatnya.
Ternyata, ada lebih dari 60,000 orang yang terkena dampaknya.
4. Pembunuhan
Satu minggu setelah pelantikannya, Trump kembali berbohong.
"Pembunuhan di Philadelphia, Amerika Serikat, semakin meningkat," ucapnya.
Nyatanya, kasus tersebut adalah kasus terendah nomor tiga sejak tahun 1990.
5. Suara Resmi
Donald Trump berbohong mengenai jumlah pemilih resminya.
Ia menyatakan bahwa pemilihnya adalah yang terbanyak setelah Ronald Reagan.
Faktanya, Barack Obama, Bill Clinton, dan George H. W. Bush mendapat lebih banyak dukungan dibandingkan Trump.
Trump hanya mendapat 306 suara saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/d-trump_20170221_165810.jpg)