Kabar Tokoh

Slamet Maarif Jadi Tersangka, Hidayat Nur Wahid: Menambah Bukti Hukum Tajam ke Bukan Kawan

Wakil Ketua Majlis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menanggapi penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif.

Slamet Maarif Jadi Tersangka, Hidayat Nur Wahid: Menambah Bukti Hukum Tajam ke Bukan Kawan
Tribunnews.com/Yanuar Nurcholis Majid
Slamet Ma'arif saat berbicara mengenai persiapan kepulangan Habib Rizieq di Kantor DDII, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid memberikan tanggapannya soal penetapan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif.

Hal tersebut disampaikan Hidayat Nur Wahid di akun Twitter miliknya, @hnurwahid, Minggu (10/2/2019) malam.

Hidayat Nur Wahid tampak mengunggah surat panggilan untuk Slamet Ma'arif.

Diduga Lakukan Tindak Pidana Pemilu, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif Ditetapkan sebagai Tersangka

Dalam surat tersebut, diketahui Slamet Ma'arif diminta untuk kembali ke Polresta Surakarta pada Rabu (13/2/2019) besok untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

Dalam kicauannya, Hidayat Nur Wahid menyinggung soal hukum yang menurutnya tajak ke lawan dan tumpul ke kawan.

Ia juga membandingkannya dengan laporan-laporan pelanggaran hukum lainnya yang telah lama diadukan oleh Aktivis Neno Warisman, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan lain sebagainya.

"Cepatnya proses penetapn 'tersangka' thd ust Slamet Maarif,makin menambah bukti hukum yg tajam ke bukan kawan,tapi tumpul ke kawan.

Bandingkn dg laporan2 planggaran hukum yg dah lama diadukn olh Neno W,Fadhli Z dll,tak kunjung ada progresnya. Pdhl hukum harusnya ditegakkn dg adil," tulis Hidayat Nur Wahid.

Ketua PA 212 Slamet Maarif Dipanggil Polisi soal Dugaan Pelanggaran Kampanye saat Tabligh Akbar

Sementara itu, diberitakan BBC Indonesia, Polresta Surakarta telah menetapkan Slamet Ma'arif sebagai tersangka.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh pengacara Slamet, Mahendradatta.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved