Gejolak Rupiah

Rupiah Melemah, Menteri Perhubungan Ajukan Tarif Pesawat Naik

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat Kementerian Perhubungan mengajukan rencana kenaikan 5% tarif batas bawah (TBB).

Rupiah Melemah, Menteri Perhubungan Ajukan Tarif Pesawat Naik
Tribunnews.com
Ilustrasi Pesawat Terbang 

TRIBUNWOW.COM - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat Kementerian Perhubungan mengajukan rencana kenaikan 5% tarif batas bawah (TBB) pesawat dari saat ini 30% menjadi 35%.

Dilansir TribunWow.com dari TribunNews, Sabtu (8/9/2018), kenaikan tersebut diajukan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo menanggapi dengan baik hal tersebut walaupun besarannya belum sesuai dengan yang diajukan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) yakni sebesar 10 persen.

Ekonom Sebut Rupiah Masih Bisa Tertekan karena Isu Eksternal

"Ya, ada efeknya lah, walaupun tidak signifikan, kita terima kasih itu disetujui. Kita mengikuti koridor yang benar, suara airline melalui Inaca itu," kata Juliandra saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (7/9/2018).

Menurut Juliandra, jika batasan tarif baru sudah ditetapkan pemerintah, tidak akan sulit bagi Citilink untuk menaikkan harga tiket pesawat.

Hal itu karena ada landasan aturan dan melihat tingginya jumlah penumpang Citilink dalam dua bulan terakhir yang mencapai 90 persen.

"Kita bermain dalam koridor batasan tarif gak boleh melanggar itu. Saat ini kan demandnya juga naik sehingga itu tidak terlalu sulit buat kita coba (naikkan harga)," ujar Juliandra.

Percepatan Tertinggi di Asia, Rupiah Menguat Tajam 0,7 Persen Hari Ini

Selain itu, Juliandra juga mengupayakan pelemahan rupiah dengan memperbanyak rute internasional, dilansir TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (7/9/2018).

"Terbang dengan rute internasional adalah bagian dari strategi kami memitigasi dan mengurangi risiko dari depresiasi rupiah atas dollar AS," ujar Juliandra di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Menurut Juliandra, penambahan rute internasional untuk maskapai maka akan menaikkan pemanfaatan sehingga beban biaya akan turun.

Juliandra mengaku, pihak maskapainya terkena imbas melemahnya rupiah yang mencapai 7,3 persen.

Upaya Pertamina untuk Hadapi Gejolak Rupiah

Hal tersebut karena ada biaya yang menggunaka dolar AS seperti sewa pesawat untuk carter.

Sewa pesawat ini jadi kontribusi terbesar pengeluaran setelah bahan bakar.

"Biaya rental menyumbang 30-35 persen dari total biaya. Kalau bahan bakar sekitar 40-43 persen," katanya. (TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved