Selebrasi Lokal 2026
Hasil Akhir Jerman Vs Curacao: Eks Persib Main, Der Panzer Pesta 7 Gol di Laga Perdana
Jerman tampil digdaya dan superior atas Curacao dan menang telak 7-1 atas lawanna tersebut.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Yonatan Krisna
Deniz Undav mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan assist dari rekannya serta memanfaatkan gawang Curacao yang menganga lebar.
Jerman tak terbendung dan menambah keunggulan jelang laga bubar.
Kai Havertz mencetak gol chip pada menit ke-89 setelah memiliki ruang terbuka di area pertahanan Curacao.
Di menit tambahan waktu babak kedua, Jerman menurunkan tempo permainan sembari mencari celah untuk menambah gol.
Sementara itu, Curacao berupaya menambah gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Jerman mendapat peluang berupa tendangan bebas di dekat kotak penalti Curacao pada menit-menit akhir.
Sayang, peluang tersebut gagal membuahkan gol.
Susunan Pemain Jerman Vs Curacao
Jerman
Starter: Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown, Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic, Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Writz, dan Kai Havertz
Cadangan: Alexaknder Nubel, Oliver Baumann, David Raum, Waldemar Anton, Antonio Rudiger, Malick Thiaw, Jamie Leweling, Leon Goretzka, Assan Ouedraogo, Nadiem Amir, Angelo Stiller, Pascal Grob, Nick Woltemade, Maximilian Beier, dan Deniz Undav.
Curacao
Starter: Eloy Room, Riechedly Bazoer, Armando Obispo, Jurien Gaari, Deveron Fonville, Juninho Bacuna, Leandro Bacuna, Livano Comenencia, Sharel Constancio Floranus, tahith Cong, dan Jurgen Locadia.
Cadangan: Trevor Lriving Doornbusch, Tyriack Bodak, Jurien Gaari, Joshua Brenet, Shuranday Sambo, Roshon van Eijma, Ar'Jany Martha, Jeremy Antonisse, Kenji Gorre, Kevin Felida, Tyrese Noslin, Jearl Margaritha, Godfried Roemeratone, Gervane Kastaneer, dan Brandley Kuwas.
Beri Gairah Tersendiri untuk UMKM Jersey di Solo
Satu di antara pemilik UMKM jersey di Solo bernama NS Jersey yakni Nofi Setiawan, memberikan prediksinya terkait dengan juara dan runner up grup A.
Sebelum berikan prediksinya, Nofi Setiawan menceritakan tentang kisahnya merintis usaha jersey.
Di mana, usaha jersey yang dilakukannya sudah dirintis sejak duduk dibangku SMA.
"Latar belakang usaha ini karena dulu saya sekolah jurusan Pemasaran. Kan ada ujian-ujian praktik, jadi saya memilih untuk menguji bisnis ini dulu waktu sekolah. Kebetulan juga hobi, terus langsung mulai jualan dikit-dikit setelah lulus kuliah sampai sekarang."
"Alhamdulillah sudah menjadi lumayan banyak seperti sekarang. Untuk yang dijual ini ada jersey dewasa dua versi: ada yang biasa (stadium) sama yang player issue. Terus kemudian untuk celana kolor juga ada dan jersey anak-anak juga ada. Nah, mungkin itu prakata dari saya, Mas, mengenai pendirian usahanya," jelas Nofi Setiawan kepada TribunWow.com pada Rabu (10/6/2026).
Mulai ditekuninya usaha tersebut oleh Nofi pasca musibah Covid-19 melanda Indonesia.
"Ya, kalau dirunut sudah lama, mungkin sekitaran tahun 2020 itu masih kayak cuma hobi. Senang asal dapat uang, belum terpikir untuk serius. Tapi setelah ketika ada musibah Covid-Corona itu sampai sekarang, baru kepikiran serius untuk mengurusi bidang ini jadi ditambah semakin banyak sampai saat ini," lanjutnya menceritakan perjuangan awalnya.
Terkait dengan event akbar Piala Dunia 2026 dan animo masyarakat beli jersey, Nofi mengatakan, hal itu bisa dirasakan setelah babak penyisihan grup usai.
"Nah, itu kan mungkin bisa dikatakan menunggu setelah babak penyisihan grup," ujarnya.
Untuk jersey yang paling laku dan banyak dicari menurut Nofi yakni negara Eropa, terutama Jerman dan Prancis.
Selain Jerman dan Prancis, dua negara adidaya di sepak bola asal Amerika Latin, Brasil dan Argentina pun juga banyak diminati.
"Paling laku dan paling dominan tuh sudah pasti kalau Eropa itu ada Jerman sama Prancis. Portugal tuh nomor sekian, karena kalau yang suka Portugal tuh satu faktornya yaitu Ronaldo. Terus yang lainnya tuh paling dominan Argentina dan Brasil, cuma itu. Inggris juga enggak terlalu hype sih, Inggris sama Belanda juga.
Sedangkan untuk jersey Belanda justru banyak dikirim ke Indonesia Timur.
"Kalau Belanda itu seringnya dikirim ke daerah Indonesia Timur, karena di sana kebanyakan keturunan dari Belanda, jadi sering banyak kirim ke sana kalau jersey Belanda," ungkap Nofi.
Lebih lanjut, pria asli Mojosongo, Solo itu berujar jika para pelanggannya itu banyak cari jersey karena 3 dasar.
"Iya, kadang itu dibagi menjadi tiga bagian kalau dari pengalaman saya. Yang pertama dari desain, yang kedua itu sesuai fans-nya dia (ngefans siapa: Ronaldo, Mbappe, atau Messi, itu mengikuti negaranya pasti). Terus yang ketiga, mungkin sesuai budget-nya," jelas Nofi.
Sejak berkecimpung di dunia jual beli jersey bola, menurut Nofi, dirinya terkesan ketika barang yang design lama bisa ikut terjual jika tim yang difavoritkan di Piala Dunia 2026 mampu melaju hingga jauh.
"Buat saya yang paling berkesan itu ketika masih punya stok barang, terus timnya itu bisa melaju sampai jauh. Semisal, saya masih punya Argentina nih kayak 2022 kemarin. Terus ketika dia sampai semifinal, begitu banyak yang mencari. Ya Alhamdulillah masih bisa laju, dan harganya itu juga otomatis mengikuti naik." ungkapnya.
Untuk distribusi barang yang terjauhs sejauh ini pernah dilakukan Nofi saat kirim jersey ke Papua dan Maluku.
Biasanya, pengiriman ke Papua dan Maluku dilakukan sekalian dengan jumlah banyak.
Terbanyak pernah sekali kirim mencapai 12 pcs.
Di mana, orang Maluku dan Papua cari orang yang juga beli jersey agar ongkirnya lebih ringan.
"Terus untuk distribusinya, saya punya pelanggan tuh sampai ke Papua sama ke Maluku. Ya karena yang saya kirim itu bukan ke penjual lagi (karena mereka dipakai sendiri), ya mungkin paling banyak cuma 12 pcs. Mereka kumpulin teman-temannya di sana biar ongkir ringan," bebernya.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Bendera-Jerman-vs-Curacao.jpg)