Selebrasi Lokal 2026
BREAKING NEWS Hasil Babak 1 Australia Vs Turki: Arda Guler Cs Deadlock dan Mencengangkan Tertinggal
Ditekan Turki di sepanjang babak pertama, Australia justru membuat kejutan dan berhasil unggul 1-0.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Yonatan Krisna
Mulai ditekuninya usaha tersebut oleh Nofi pasca musibah Covid-19 melanda Indonesia.
"Ya, kalau dirunut sudah lama, mungkin sekitaran tahun 2020 itu masih kayak cuma hobi. Senang asal dapat uang, belum terpikir untuk serius. Tapi setelah ketika ada musibah Covid-Corona itu sampai sekarang, baru kepikiran serius untuk mengurusi bidang ini jadi ditambah semakin banyak sampai saat ini," lanjutnya menceritakan perjuangan awalnya.
Terkait dengan event akbar Piala Dunia 2026 dan animo masyarakat beli jersey, Nofi mengatakan, hal itu bisa dirasakan setelah babak penyisihan grup usai.
"Nah, itu kan mungkin bisa dikatakan menunggu setelah babak penyisihan grup," ujarnya.
Untuk jersey yang paling laku dan banyak dicari menurut Nofi yakni negara Eropa, terutama Jerman dan Prancis.
Selain Jerman dan Prancis, dua negara adidaya di sepak bola asal Amerika Latin, Brasil dan Argentina pun juga banyak diminati.
"Paling laku dan paling dominan tuh sudah pasti kalau Eropa itu ada Jerman sama Prancis. Portugal tuh nomor sekian, karena kalau yang suka Portugal tuh satu faktornya yaitu Ronaldo. Terus yang lainnya tuh paling dominan Argentina dan Brasil, cuma itu. Inggris juga enggak terlalu hype sih, Inggris sama Belanda juga.
Sedangkan untuk jersey Belanda justru banyak dikirim ke Indonesia Timur.
"Kalau Belanda itu seringnya dikirim ke daerah Indonesia Timur, karena di sana kebanyakan keturunan dari Belanda, jadi sering banyak kirim ke sana kalau jersey Belanda," ungkap Nofi.
Lebih lanjut, pria asli Mojosongo, Solo itu berujar jika para pelanggannya itu banyak cari jersey karena 3 dasar.
"Iya, kadang itu dibagi menjadi tiga bagian kalau dari pengalaman saya. Yang pertama dari desain, yang kedua itu sesuai fans-nya dia (ngefans siapa: Ronaldo, Mbappe, atau Messi, itu mengikuti negaranya pasti). Terus yang ketiga, mungkin sesuai budget-nya," jelas Nofi.
Sejak berkecimpung di dunia jual beli jersey bola, menurut Nofi, dirinya terkesan ketika barang yang design lama bisa ikut terjual jika tim yang difavoritkan di Piala Dunia 2026 mampu melaju hingga jauh.
"Buat saya yang paling berkesan itu ketika masih punya stok barang, terus timnya itu bisa melaju sampai jauh. Semisal, saya masih punya Argentina nih kayak 2022 kemarin. Terus ketika dia sampai semifinal, begitu banyak yang mencari. Ya Alhamdulillah masih bisa laju, dan harganya itu juga otomatis mengikuti naik." ungkapnya.
Untuk distribusi barang yang terjauhs sejauh ini pernah dilakukan Nofi saat kirim jersey ke Papua dan Maluku.
Biasanya, pengiriman ke Papua dan Maluku dilakukan sekalian dengan jumlah banyak.
Terbanyak pernah sekali kirim mencapai 12 pcs.
Di mana, orang Maluku dan Papua cari orang yang juga beli jersey agar ongkirnya lebih ringan.
"Terus untuk distribusinya, saya punya pelanggan tuh sampai ke Papua sama ke Maluku. Ya karena yang saya kirim itu bukan ke penjual lagi (karena mereka dipakai sendiri), ya mungkin paling banyak cuma 12 pcs. Mereka kumpulin teman-temannya di sana biar ongkir ringan," bebernya.
(TribunWow.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Bendera-Australia-Vs-Turki.jpg)