Breaking News:

Pesta Bola 2026

Profil Pelatih Jepang Hajime Moriyasu: Arsitek Kebangkitan Samurai Biru Menuju Piala Dunia 2026

Hajime Moriyasu menjadi sorotan sebagai pelatih Jepang yang membangun kekuatan Samurai Blue sejak 2018 & menargetkan perempat final Piala Dunia 2026.

Tayang:
TribunVideo/Akmal Khoirul Habib
JERSEY TIMNAS JEPANG- Foto jersey Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 yang dipajang pada Solo Soccer. Hajime Moriyasu menjadi sorotan sebagai pelatih Jepang yang membangun kekuatan Samurai Blue sejak 2018 dan menargetkan perempat final Piala Dunia 2026, Jumat, 5 Juni 2026. 

TRIBUNWOW.COM - Timnas Jepang kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 dengan kehadiran pelatih kepala Hajime Moriyasu.

Hajime Moriyasu adalah sosok yang sudah membangun kekuatan fondasi kuat Timnas Jepang sejak 2018.

Di bawah asuhannya, Timnas Jepang menjelma menjadi satu di antara kekuatan paling stabil di Asia dan kini mereka menargetkan sejarah baru dengan menembus perempat final untuk pertama kalinya.

Sebelum menjadi pelatih, Hajime Moriyasu pernah membela klub Sanfrecce Hiroshima, Kyoto Sanga, dan Vegeta Sendai.

Baca juga: Deretan Pelatih Kelas Dunia di Piala Dunia 2026: Ancelotti, Scaloni, hingga Nagelsmann Siap Bersaing

Hajime Moriyasu, mulai menjadi pelatih Timnas Jepang setelah sebelumnya sukses di level klub bersama Sanfrecce Hiroshima. 

Ia berhasi membawa Sanfrecce Hiroshima menjuarai Liga J1 Jepang sebanyak 3 kali (2012, 2013, dan 2015) serta Piala Super Jepang sebanyak 3 kali.

Berkat keberhasilan tersebut, akhirnya Hajime Moriyasu dipercaya untuk menjadi pelatih utama Timnas Jepang.

Sejak resmi menjadi pelatih Timnas Jepang pada 2018, Moriyasu dikenal dengan pendekatan permainan kolektif, displin tinggi, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara pemain muda dan senior.

Perkembangan Teknologi Dalam Sepak Bola

Dikutip oleh YouTube Tribunnews pada Minggu, (31/5/2026), Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arman Binafsihi, mengatakan bahwa penggunaan VAR (Video Assistant Referee) dan teknologi garis gawang yang mulai diterapkan sejak Piala Dunia 2014 sangat membantu wasit dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan akurat.

"Baik. Kalau dari segi teknologi jelas adanya VAR ya, terus adanya gold line teknologi yang mulai berlaku di World Cup yang memang sangat membantu workup menjadi lebih lebih jurdil gitu ya," ujar Arman Binafsihi dalam wawancaranya bersama repoter Tribunnews dari YouTube.

"Lebih jujur dan adil meskipun memang teknologi itu tidak menghapus apa namanya beberapa hal gitu ya, tapi paling tidak lebih memvalidasi keputusan-keputusan yang bisa membantu keputusan yang lebih valid gitu ya di lapangan," lanjutnya.

Baca juga: Profil Hugo Broos: Pelatih Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, 4 Kali Pelatih Terbaik Belgia

Perjalanan Kerier Kepelatihan

Hajime Moriyasu pelatih kelahiran Nagasaki, Jepang pada 23 Agustus 1968.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut,  memulai karier kepelatihan sebagai asisten di Sanfrecce Hiroshima (2003–2010), sebelum kemudian naik menjadi asisten di Albirex Niigata (2010–2012). 

Setelah itu ia dipercaya menjadi pelatih kepala Sanfrecce Hiroshima (2012–2017) dan mencatat ratusan pertandingan bersama klub tersebut.

Kariernya kemudian berlanjut ke level tim nasional Jepang, dimulai dari menangani tim usia muda seperti Jepang U21, U22, dan U23 serta tim Olimpiade Jepang pada periode 2017–2021. 

Halaman 1/2
Tags:
Hajime MoriyasuJepangPiala Dunia 2026
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved