Profil
Lionel Messi di Luar Dugaan: Tolak Tawaran Rp31,72 Triliun dari Al Ittihad yang Kans Bungkam Ronaldo
Tawaran senilai Rp31,72 triliun dari Al Ittihad ditolak mentah-mentang oleh sang juara Piala Dunia, Lionel Messi. Ini alasannya.
Penulis: Magang TribunWow
Editor: adisaputro
TRIBUNWOW.COM - Lionel Messi dikabarkan menolak tawaran senilai £1,4 miliar (sekitar Rp31,72 triliun) dari Al Ittihad.
Menurut laporan dari surat kabar Spanyol Marca, Kamis (15/1/2026), Al Ittihad memberikan tawaran yang luar biasa untuk mendapatkan Lionel Messi.
Mereka berharap bisa membawa Lionel Messi bersatu kembali dengan daftar bintang global yang terus berkembang di liga tersebut.
Meskipun tawaran itu sangat besar, Lionel Messi tetap menolaknya.
Keputusan ini sekali lagi menunjukkan prioritasnya di luar persaingan finansial sepak bola.
Proposal tersebut seharusnya menjadikan Lionel Messi sebagai pemain dengan gaji tertinggi dalam sejarah.
Bahkan melampaui kontrak Cristiano Ronaldo di Al-Nassr.
Namun ia memilih untuk tetap teguh dengan pendiriannya untuk tinggal di Amerika Serikat bersama Inter Miami.
Baca juga: BREAKING NEWS Update PSPS Vs Persekat: VAR Bestie Taufiq Cs, tapi Eks PSS Malah Gagal Gosok Voucher
Pernyataan Presiden Al Ittihad
Dalam wawancara dengan Marca, presiden Al Ittihad, Anmar Al Haili menyatakan Messi menolak tawaran besar dengan harga sekitar Rp31,72 Triliun atas dasar keluarga.
"Saya menawarkan £1,4 miliar (sekitar Rp31,72 Triliun) padanya. Namun, ia menolak tawaran sebesar itu demi keluarganya, terlepas dari upaya saya meyakinkan mereka," ujarnya.
"Meskipun demikian, dia benar-benar tidak ragu untuk menolak karena bagi dia keluarga lebih penting daripada uang. Saya hargai keputusannya."
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap Messi yang konsisten mengutamakan stabilitas dan kehidupan keluarga daripada keuntungan profesional.
"Jika Messi setuju untuk bergabung dengan Al-Ittihad, saya akan menawarinya kontrak di mana dia bisa menerima penghasilan sebanyak yang dia mau, selama yang dia mau, bahkan seumur hidup. Al-Ittihad akan selalu menyambutnya kembali, dia bisa bergabung kapan saja," tambah Al Haili dalam wawancara.
Meskipun Liga Pro Saudi menerapkan strategi investasi yang agresif, penolakan Messi mewakili kemenangan simbolis bagi nilai-nilai pribadi.
Pilihan ini semakin mempertegas perbedaannya dengan jalur karier Ronaldo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Lionel-Messi-saat-berseragam-Timnas-Argentina.jpg)