Breaking News:

Puasa Ramadhan 2026

Apakah Tidur Selama Bulan Ramadhan Termasuk Amalan Ibadah? Simak Penjelasan Selengkapnya

Tidur tidak termasuk dalam kategori amalan ibadah yang diwajibkan atau sunnah, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur'an, atau bersedekah.

Tayang:
Penulis: Magang TribunWow
Editor: adisaputro
dola AI
TIDUR SAAT PUASA - Ilustrasi perempuan berhijab sedang tidur, dibuat dengan menggunakan bantuan AI (Dola AI), Selasa (24/2/2026). Apakah Tidur Selama Bulan Ramadhan Termasuk Amalan Ibadah? Ini Penjelasannya. 

TRIBUNWOW.COM - Bulan Ramadhan selalu membawa berbagai pertanyaan seputar amalan dan aktivitas yang dilakukan selama menjalankan puasa. 

Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan umat Islam adalah mengenai status tidur.

Apakah aktivitas yang menjadi kebutuhan dasar bagi setiap manusia ini bisa dianggap sebagai amalan ibadah, ataukah hanya sekadar aktivitas untuk memulihkan kondisi tubuh?

Dilansir oleh Majelis Ulama Indonesia, sebuah hadits yang cukup terkenal di kalangan umat Islam menyebutkan bahwa tidur orang yang berpuasa termasuk ibadah. 

Namun tak jarang, hadits ini dijadikan alasan oleh sebagian orang untuk bermalas-malasan dan menghabiskan waktu dengan banyak tidur ketika sedang berpuasa. Haditsnya berbunyi:
 
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

"Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” (HR Baihaqi).

Imam al-Ghazali dalam karyanya yang magnum opus, Ihya Ulumiddin, menjelaskan bahwa banyak umat Islam mengalami kesalahpahaman terkait hadits ini. 

Mereka menganggap tidur sebagai bentuk ibadah yang utama dalam berpuasa, padahal sebenarnya salah satu adab dalam melaksanakan puasa adalah menghindari terlalu banyak tidur pada waktu siang hari (al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, hal 246).

Baca juga: Baru Lakukan Mandi Wajib atau Mandi Junub setelah Imsak, Apakah Tetap Boleh Berpuasa Ramadhan?

Tidur Bukanlah Amalan Ibadah Secara Langsung

Secara prinsip hukum syariat, tidur tidak termasuk dalam kategori amalan ibadah yang diwajibkan atau sunnah, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur'an, atau bersedekah. 

Tidur sendiri adalah fungsi alami tubuh untuk memulihkan energi dan menjaga kesehatan, bukan dirancang sebagai bentuk ibadah itu sendiri."
 
Allah SWT berfirman dalam Surat An-Naba' ayat 20-21:
 
أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْمَاءِ الَّذِى يُخْرَجُ مِنَ الْأَرْضِ فَأَخْرَجْنَا بِهِ حَيَوَانًا كَثِيرًا وَمِنْهُمْ مَّنْ يَخْرُجُ عَلَىٰ بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَّنْ يَخْرُجُ قَائِمًا وَمِنْهُمْ مَّنْ يَرْكَبُ عَلَىٰ ظُهُورِهِ وَكُلٌّ نَّخْلُقُهُمْ
 
Artinya: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan air yang keluar dari bumi? Dengan air itu Kami tumbuhkan banyak jenis binatang, di antaranya ada yang merangkak dengan perutnya, ada yang berjalan tegak dengan kedua kaki, dan ada yang berkendara di atas punggungnya. Dan semuanya itu Kami ciptakan." (QS. An-Naba': 20-21)
 
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan fungsi tertentu, termasuk tidur yang berperan dalam menjaga kelangsungan hidup dan kesehatan makhluk-Nya.

Namun, tidur yang tepat bisa mendukung pelaksanaan Ibadah. Meskipun bukan ibadah secara langsung, tidur yang dilakukan dengan tujuan yang benar selama bulan Ramadhan dapat memiliki nilai positif dan menjadi sarana untuk menjalankan ibadah dengan lebih baik. 

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah dan istirahat. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:
 
"Sesungguhnya pada malam hari ada tiga bagian: satu bagian untuk istirahat, satu bagian untuk keluarga, dan satu bagian untuk beribadah kepada Rabb-mu." (HR. Ibnu Majah)
 
Hadis ini mengingatkan bahwa istirahat (termasuk tidur) merupakan bagian yang diperbolehkan dan bahkan dibutuhkan agar seseorang mampu menjalankan kewajiban agama serta berinteraksi dengan keluarga dengan baik. 

Beberapa contoh ketika tidur mendukung ibadah antara lain:
 
- Tidur setelah sholat Maghrib atau Isya untuk menyegarkan tubuh agar bisa bangun sholat Tarawih dan Witir dengan khusyuk.

- Istirahat pada siang hari untuk menyimpan energi agar dapat beribadah di malam Lailatul Qadar.

- Tidur yang cukup agar tidak merasa lelah saat melaksanakan aktivitas ibadah seperti tadarrus Al-Qur'an atau memberikan bantuan kepada orang lain.

Tidur yang Berlebihan Dapat Mengurangi Kesempatan Beribadah

Halaman 1/2
Tags:
Puasa Ramadhan 2026Puasa RamadhanTidurBulan RamadhanRamadhan 2026
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved