Breaking News:

Puasa Ramadhan 2026

4 Manfaat dari Iktikaf di Bulan Ramadhan untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Di bulan Ramadhan, ibadah iktikaf menjadi lebih khusus, terutama pada 10 hari terakhirnya

Penulis: ElfanNugg
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube Tribunwow.com
Ilustrasi Itikaf saat bulan Ramadhan. 4 Manfaat dari Iktikaf di Bulan Ramadhan untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT 

Artinya: "... (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”

Menumbuhkan Kesadaran akan Kehadiran-Nya

Berada di tempat ibadah secara terus-menerus membuat hati dan pikiran menjadi lebih peka serta menyadari kehadiran Allah SWT.

Hal ini membuat setiap amalan ibadah yang dilakukan menjadi lebih khusyuk dan penuh kesadaran bahwa segala perbuatan selalu diawasi oleh-Nya, seperti yang terkadung dalam hadis riwayat Abu Sa’id al-Khudri RA (HR. Bukhari) :

"كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشَرِ الْأَوْسَطِ مِنْ رَمَضَانَ، وَقَدْ عَتَكَفَ مَرَّةً حَتَّى لَيْلَةَ الْحِسَابِ الْوَاحِدِ وَعِشْرِينَ، فَكَانَتِ اللَّيْلَةُ الَّتِي يَخْرُجُ مِنْ عِتْكَافِهِ فِي صَبَاحِهَا، فَقَالَ: مَنْ كَانَ مَعِيَ فِي عِتْكَافٍ فَلْيَكُنْ مَعِيَ فِي الْعَشَرِ الْأَوَاخِرِ، فَإِنِّي أُبْعَثُ بِعِلْمِ اللَّيْلَةِ ثُمَّ نُسِيَ عَنِّي، وَرَأَيْتُنِي أَنَا مُسْجِدٌ فِي طِينٍ وَمَاءٍ فِي صَبَاحِهَا، فَابْحَثُوا عَنْهَا فِي الْعَشَرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فِي الْأَعْيَامِ الْفَرْدِ"

Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah iktikaf di 10 hari pertengahan Ramadhan, dan suatu hari tinggal hingga malam ke-21. Beliau berkata: 'Barangsiapa iktikaf bersamaku, maka tetaplah iktikaf di 10 hari terakhir, karena aku diberitahu tentang Malam Lailatul Qadar tetapi kemudian lupa. Aku melihat diriku bersujud di lumpur dan air di pagi hari itu. Maka carilah malam itu di 10 hari terakhir, terutama pada hari ganjil."

Menjauhi Dosa dan Godaan

Menetap di masjid selama i’tikaf membantu seseorang menjauhi berbagai hal yang berpotensi menyebabkan dosa atau menjadi godaan, seperti perkataan yang tidak bermanfaat, perbuatan yang tidak sesuai ajaran agama, atau pengaruh lingkungan yang dapat menjauhkan diri dari Allah SWT.

Penjelasan Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab Tafsir ad-Durr al-Mantshur:

"والسنة في المعتكف ألا يخرج إلا لحاجة الإنسان، ولا يتبع جنازة، ولا يعود مريضا، ولا يمس امرأة ولا يباشرها، ولا اعتكاف إلا في مسجد جماعة، والسنة في المعتكف أن يصوم"

Wa as-sunnatu fī al-muʿtakaffi an lā yukhruja illā li ḥājati al-insān, wa lā yatabaʿu janāzatan, wa lā yaʿūdu marīḍan, wa lā yamsi imraʾatan wa lā yubashiruhā, wa lā iʿtikāfu illā fī masjidin jamaʿah, wa as-sunnatu fī al-muʿtakaffi an yaṣūm

Artinya: "Sunnah bagi orang yang ber’i’tikaf adalah tidak keluar kecuali untuk keperluan (hajat) manusiawi, tidak mengikuti jenazah, tidak menjenguk orang sakit, tidak menyentuh wanita dan tidak bersetubuh dengannya. I’tikaf tidak dilakukan kecuali di masjid jamaah. Sunnah bagi orang yang ber’i’tikaf adalah berpuasa."

Mencari Ridho-Nya

Melalui ibadah i’tikaf, seorang hamba berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan tujuan utama untuk mendapatkan ridho-Nya, bukan sekadar mengejar kebaikan duniawi atau kesenangan pribadi, hal ini sesuai dengan Qur'an Surah At-Taubah Ayat 105 :

Halaman 2/3
Tags:
Puasa Ramadhan 2026IktikafPuasa
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved