Breaking News:

Hari Natal

Refleksi Makna Natal 2025 dari Pemuda Katolik Komisariat Jateng

Natal 2025 tidak hanya dihayati sebagai perayaan liturgis, melainkan sebagai momentum berhenti sejenak dan membaca kembali tanda-tanda zaman.

Editor: Lailatun Niqmah
HO/TribunWow
MAKNA NATAL - Kolase Kegiatan Pemuda Katolik Komisariat Jawa Tengah 2025. Natal 2025 tidak hanya dihayati sebagai perayaan liturgis, melainkan sebagai momentum untuk berhenti sejenak dan membaca kembali tanda-tanda zaman. 

Natal mengoreksi cara pandang ini. 

Allah tidak memilih hadir di ruang yang steril dan megah, melainkan dalam dunia yang terluka dan terbatas. 

Inkarnasi menjadi kritik diam terhadap keserakahan yang mengorbankan manusia dan bumi demi keuntungan jangka pendek segelintir pihak.

Sejalan dengan semangat ensiklik Laudato Si’ dan seruan apostolik Laudate Deum, Pemuda Katolik Jawa Tengah menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup adalah krisis relasi: relasi manusia dengan Allah, dengan sesama, dan dengan alam. 

Karena itu, jawaban atas krisis ini tidak cukup berhenti pada teknologi dan regulasi, melainkan menuntut pertobatan cara hidup. 

Dibutuhkan kesadaran ekologis yang berakar pada iman, disertai keberanian moral untuk menata ulang arah pembangunan agar berpihak pada keberlanjutan dan keadilan antar generasi.

Sebagai kaum muda Katolik, Pemuda Katolik Jawa Tengah menyadari panggilan untuk menghidupi spiritualitas inkarnasi: iman yang membumi, reflektif, dan bertanggung jawab. 

Dalam semangat discernment, kami terus belajar membaca di mana Tuhan sedang berkarya di tengah realitas bangsa, serta bagaimana kami dipanggil untuk terlibat secara dialogis, rasional, dan solider.

Kami tidak ingin menjadi generasi yang lantang berbicara namun sunyi bertindak. 

Karena itu, kami memilih untuk hadir melalui langkah-langkah nyata: menanam, bukan hanya menuntut; merawat, bukan sekadar mengkritik. 

Kami percaya bahwa perubahan yang lahir dari kesadaran dan kesetiaan akan lebih bertahan lama daripada perubahan yang digerakkan oleh kemarahan sesaat. 

Kehadiran kami di ruang publik tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan untuk mengingatkan, mengajak, dan bekerja bersama demi kebaikan bersama (bonum commune).

Natal juga mengingatkan bahwa terang tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan mencolok. 

Sering kali, terang justru hadir melalui kesetiaan kecil yang dijalani secara konsisten. 

Di tengah tantangan kebangsaan dan krisis ekologis, Pemuda Katolik Jawa Tengah berkomitmen untuk terus menanam harapan melalui pendidikan kesadaran lingkungan, aksi nyata merawat alam, dialog lintas iman, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Tags:
Hari NatalKatolikJawa TengahNatal
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved