Perayaan Ekaristi HDI: Bukti Nyata Gereja Katolik Terbuka terhadap Difabel dan yang Tersingkirkan
Diselenggarakannya Perayaan Ekaristi Hari Difabel Internasional adalah sebagai bukti bahwa Gereja Katolik terbuka terhadap kaum disabilitas.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Yonatan Krisna
TRIBUNWOW.COM - Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan, Solo menjadi saksi atas suksesnya acara Perayaan Ekaristi Hari Difabel Internasional (HDI).
Acara yang diselanggarakan oleh FKPA (Forum Komunikasi Panti Asuhan Katolik) Regio Jawa Tengah dan Yogyakarta ini digelar di Aula Albertus Paroki Purbowardayan, Minggu, 7 Desember 2025.
Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Vikaris Kevikepan Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Romo Yohanes Dwi Arsanto, Pr, didampingi Pastor Moderator FKPA Korwil Jawa Tengah-DIY, Romo Romualdus Subyantara Putra Perdana, Pr dan Pastor Paroki Purbowardayan, Romo Yoseph Supriyanto, Pr serta Pastor Pendamping Mahasiswa Surakarta, Romo Fransiskus Martino Mari Asisi, SJ.
Sebanyak 1000 umat yang terdiri dari kaum difabel, anak-anak di panti asuhan serta para pemerhati dari seluruh Jateng hingga DIY ikut menyemarakkan perayaan ini.
Perayaan Ekaristi berlangsung dengan khusuk dan khidmat.
Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr dalam khotbahnya menyampaikan tentang pentingnya merangkul kaum difabel.
Baca juga: Rayakan HUT 75 Hubungan Diplomatik, Indonesia dan Vatikan Launching Perangko Baru
Menurut Romo Santo, sapaannya, mengatakan bahwa difabel pada umumnya adalah sama seperti orang biasa.
Namun kaum difabel adalah mereka yang memiliki karunia dan kelebihan khusus sehingga layak mendapat perhatian lebih.
Setelah Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pentas seni dan bazar.
Kaum difabel juga ikut menjajakan karyanya kepada seluruh umat dalam acara ini.
Hal ini menjadi bukti bahwa mereka yang acap kali dianggap kurang dan dipandang sebelah mata bisa berkarya dan mencari uang.
Tidak hanya umat Katolik, mereka yang berasal dari kepercayaan lain seperti Islam dan Kristen Protestan juga ikut memeriahkan acara ini.
Mereka yang bukan dari Gereja Katolik fadir memeriahkan acara saat perayaan Ekaristi sudah selesai dan pentas seni dimulai.
Wali Kota Solo, Repasti Ardi ikut memeriahkan acara ini dan memberikan sambutannya di sela-sela pertunjukan pentas seni.
Respati Ardi merasa terharu dan bangga terhadap kepedulian Gereja Katolik yang mau peduli terhadap kaum difabel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/Romo-Suby-berkat-anak.jpg)