Atau bisa dikatakan, Leo Guntara merupakan putra daerah asli Padang.
Tentu saja, faktor itu bisa jadi stimulan bagi Semen Padang untuk meyakinkan Leo Guntara awal musim ini.
Namun, jalan pulang Leo Guntara ke Semen Padang terbilang terjal.
Mengingat, fullback yang lama memperkuat Borneo FC itu masih terikat kontrak sampai dengan 2026.
Sehingga, mau tidak mau, Semen Padang harus menebus sisa kontrak atau mengajukan proposal peminjaman untuk bisa amankan tanda tangan Leo Guntara.
Menarik dinantikan bagaimana realisasi transfer kedatangan Leo Guntara awal musim nanti, akankah Semen Padang mampu mendatangkannya atau malah sebaliknya.
Lantas seperti apa sosok Leo Guntara?
Dilansir Tribunwow.com dari Transfermarkt, Leo Guntara lahir di kota Padang, Indonesia pada 17 Agustus 1994.
Leo Guntara memiliki posisi asli sebagai fullback kiri, namun dalam beberapa pertandingan ia dipasang sebagai winger kiri.
Pemain berusia 29 tahun itu memulai karier sepak bola professionalnya bersama akademi Sriwijaya FC pada tahun 2012.
Kemudian pada tahun 2014 ia pindah menuju akademi Semen Padang untuk melanjutkan perjalanan kariernya.
Selang semusim bersama akademi Semen Padang, ia berhasil dipromosikan ke tim utama Semen Padang pada tahun 2015.
Bersama Semen Padang ia berhasil tampil cukup gemilang, sehingga pada tahun 2016 ia dipindah ke Bali United.
Namun sayang bersama Bali United ia belum pernah bermain sama sekali sebab kalah saing dengan beberapa pemain senior di sana.
Sehingga Leo memilih untuk pindah ke PSPS Pekanbaru yang bermain di kasta kedua Liga Indonesia pada tahun 2017.