TRIBUNWOW.COM - Bhayangkara FC kans gigit jari lantaran pemain incarannya dirumorkan sepakat secara verbal dengan Malut United.
Dilansir TribunWow.com, sosok ini tak lain bintang Rp 3,48 miliar eks PSIS Semarang, Septian David Maulana.
Septian David Maulana dilepas lantaran PSIS Semarang degradasi ke Liga 2, meski kontrak di sana sejatinya baru berakhir 31 Mei 2026.
Melansir dari unggahan Instagram @transfernews_ft1 pada Sabtu (3/5/2025) lalu, rumor ketertarikan Bhayangkara FC kepada Septian David Maulana dapat diketahui.
Baca juga: Imran Nahumarury Dipecat, Nasib Transfer Gerbong Asing Persib Bandung ke Malut United Buyar?
"RUMORS Tim promosi Liga 1 Bhayangkara Presisi Lampung FC kabarnya tertarik untuk mendatangkan Septian David Maulana (AMF/28) untuk Liga 1 musim depan," tulis akun seputar gosip sepak bola Indonesia tersebut.
Berdasarkan penilaian transfermarkt, peluang bergabungnya Septian David Maulana ke Bhayangkara FC mencapai 80 persen.
Akan tetapi, rumor terbaru menyebutkan, Septian David Maulana justru semakin dekat ke Malut United.
Bocoran transfer ini diungkap akun seputar sepak bola Indonesia, @ownerwakanda, Kamis (19/6/2025).
Menurut bocoran ini, Malut United berani menebus fee transfer besar ke PSIS Semarang.
"VERBAL AGGREMENT: Batal gabung bersama klub promosi liga 1 yakni bhayangkara FC, Malut united kabarnya memberikan tebusan fee transfer yang begitu besar kepada PSIS Semarang
Sebelumnya Septian David dinyatakan telah sepakat bersama bhayangkara FC namun Malut ingin mendapatkan jasa Septian David di awal musim ini
Detail tebusan fee sudah disetujui, dan detail gaji juga sudah disetujui oleh sang pemain hanya saja detail kontrak masih menunggu konfirmasi official klub," tulis akun @ownerwakanda.
Sementara itu, menurut transfermarkt, peluang gabungnya Septian David Maulana ke Malut United sudah mencapai 95 persen.
Baca juga: Update Rumor Pelatih Malut United, 2 Sosok Lokal Jadi Kandidat Pengganti Imran Nahumarury
Sosok Septian David Maulana
Septian David Maulana merupakan pemain kelahiran Semarang, 2 September 1996.