Terkini Daerah

Kisah Nelayan 8 Bulan Terombang-ambing di Laut, Bertahan Hidup Makan Ikan Mentah di Tengah Badai

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NELAYAN HILANG : Lukman Latili, Nelayan Asal Timbuwolo Timur, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (15/5/2025). 

Ia mengandalkan bubur sebagai makanan pokok, dimakan pagi hingga malam. 

Setelah persediaan habis, ia mulai menangkap ikan dengan alat sederhana.

Namun hasil tangkapan tidak selalu menguntungkan. 

Seringkali, ia harus menahan lapar hingga lima hari lamanya tanpa makanan.

“Bahkan lima hari siang malam saya tidak makan apa-apa,” katanya lirih.

Baca juga: Pilih Bertahan saat Cuaca Buruk, Nelayan Ini Ditemukan di Australia, Hilang sejak Desember 2020

Ketika kayu bakar dari rangka rakit mulai habis, ia terpaksa memakan ikan mentah. 

Itu pun jika berhasil menangkap. Jika tidak, ia hanya bisa menangis dan berdoa.

Tak hanya soal makanan, badai dan ombak besar juga menjadi tantangan. 

Rakitnya kerap diterjang gelombang tinggi yang mengancam keselamatan. 

Di tengah ancaman maut, ia hanya bisa berpasrah pada Tuhan.

Dalam kesendirian dan keputusasaan, Lukman tetap teguh berdoa. 

Bahkan saat merasa doanya tak terkabul, ia tetap mengadu kepada Sang Pencipta, walau sempat merasa Tuhan tidak adil.

“Saya berdoa, ‘Ya Allah, jemputlah saya. Sudah tidak mampu lagi," kata Lukman dengan wajah mulai memerah. 

Ia bahkan sampai ingin mengakhiri hidupnya ditengah keputusasaan yang ia alami. 

Bersyukur niatnya itu tak sampai kesana. Rupanya ada penggalan doa yang membuatnya mengurungkan niat tersebut. 

Halaman
1234