TRIBUNWOW.COM - Pasca berhasil membawa Persib Bandung menjadi kampiun di Liga 1 2024, Bojan Hodak mengaku hanya beruntung ketika diwawancarai oleh media Malaysia The Star.
Persib Bandung sendiri berhasil menjadi juara Liga 1 2024 dengan sisa dua laga lagi, yakni melawan Persita Tangerang dan Persis Solo.
Kepastian juara Persib Bandung tersebut terjadi di pekan ke-31 Liga 1 2024 kemarin, ketika Persebaya Surabaya ditahan imbang oleh Persik Kediri dengan skor 3-3.
Baca juga: Bumi Kie Raha Segera Ofisial Berlian: 7 Coba Dicomot Malut United dari Persib Bandung, 3 Here We Go?
Walhasil, Persib Bandung sudah tak lagi terkejar oleh kompetitor-kompetitornya di Liga 1 2024 dan berhak kembali menjadi juara.
Gelar juara Persib Bandung di dua musim terakhir tentu tak lepas dari kepiawaian sang pelatih dalam meracik taktik, yakni Bojan Hodak.
Bojan Hodak yang didatangkan untuk mendongkrak performa Persib Bandung yang sempat anjlok di Liga 1 2023 lalu sukses menunjukkan progres positif.
Dua gelar juara di Liga 1 Indonesia dalam dua musim berturut-turut tentu prestasi bagi Bojan Hodak yang tampaknya bakal sulit disaingi oleh kompetitor Persib Bandung.
Namun, melansir dari media Malaysia The Star pada Senin (12/5), Bojan Hodak mengaku hanya beruntung bisa membawa Persib Bandung jadi juara di Liga 1.
"Mungkin saya hanya beruntung," ujar pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak dikutip dari thestar.com.my.
Baca juga: Bobotoh Gigit Jari? 1 Sosok Idola OTW Susul Ciro-Tyronne Out dari Persib Bandung & Deal dengan Malut
Lebih lanjut lagi, Bojan Hodak menyebut keberuntungan saja tidak cukup untuk menciptakan juara di Persib Bandung.
"Saya akan mengatakannya lagi, keberuntungan adalah bagian dari kehidupan, saya punya takhayul, tetapi hal terpenting, dalam sepak bola dan dalam kehidupan, adalah manajemen manusia," lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
“Jika Anda tidak bisa mengajak sekelompok orang untuk mengikuti Anda, Anda tidak akan bisa meraih apa pun. Mereka perlu bekerja sama, mengikuti etos yang sama, dan menjadi keluarga. Baru setelah itu kebugaran dan taktik berperan,” lanjutnya.
Lebih lanjut lagi, Bojan Hodak sempat menyamakan situasi di Persib Bandung sama seperti Kuala Lumpur City FC, mantan timnya di Malaysia tentang bagaimana keyakinan dan persatuan dapat menaklukkan rintangan.
“Kami memiliki anggaran yang terbatas, pengaturan yang unik, tetapi setiap pemain siap mati untuk satu sama lain. Itulah cara kami memenangkan Piala Malaysia pada tahun 2021 dan mencapai final Piala AFC pada tahun 2022.”
“Situasinya sama dengan di Bandung. Ketika saya tiba, ruang ganti sudah retak. Saya membawa filosofi saya, mengganti beberapa pemain, dan di sinilah kami,” tuturnya.