Dalam konteks ajaran Islam, makna ini mencerminkan tujuan zakat sebagai sarana untuk menumbuhkan keberkahan.
Zakat fitrah, sebagai salah satu jenis zakat yang memiliki kaitan dengan fitrah manusia.
Fitrah dalam Islam merujuk pada kesucian yang dimiliki setiap manusia sejak lahir.
Kewajiban zakat fitrah ditujukan bagi setiap Muslim yang mampu dan harus ditunaikan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Zakat ini diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, terutama kaum fakir dan miskin, agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan saat Idul Fitri.
"Zakat sebenarnya arti katanya sebenarnya tumbuh berkembang dan bertambah atau subur."
"Jadi zakat fitrah berarti kesuburan berkaitan dengan fitrah manusia."
"Nah zakat fitrah ini diberikan oleh orang muslim yang berpuasa kepada orang miskin," ujarnya.
Baca juga: Tanya Ustaz: Bagaimana Hukum Bayar Zakat Fitrah tapi Tidak Bayar Zakat Mal? Simak Penjelasannya
Dalam sebuah hadis, zakat fitrah dijelaskan sebagai sarana untuk membersihkan diri dari hal-hal yang kurang baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Pada pelaksanaanya, zakat fitrah diwujudkan dalam bentuk pemberian bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat, seperti beras, gandum, dan sebagainya.
Jumlah yang harus dikeluarkan setiap Muslim adalah sebanyak 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter bahan makanan pokok.
Kewajiban ini berlaku bagi setiap individu muslim yang mampu, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, bahkan bayi yang lahir sebelum Idulfitri.
"Dalam hadis kan dijelaskan bahwa zakat fitrah itu untuk membersihkan hal hal yang tidak baik selama puasa satu bulan."
"Dengan cara memberikan bahan pokok kepada umat islam sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter bahan makanan pokok."
"Jadi bisa berupa beras atau sesuai dengan bahan pokok yang seharian mereka makan," ujarnya.