Persijap Jepara Vs PSPS Pekanbaru

Persijap Jepara Vs PSPS Pekanbaru, Adu Taktik Jitu 2 Mantan Arema FC demi Tiket Promosi Liga 1

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PLAYOFF LIGA 2 - Kolase foto tim Persijap Jepara (kiri) dan PSPS Pekanbaru (kanan) di Liga 2 2024. Dua mantan pelatih Arema FC, Widodo Cahyono Putro dan Aji Santoso akan berhadapan dalam laga Persijap Jepara vs PSPS Pekanbaru, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Selasa (25/2/2025), kick-off 19.00 WIB.

Catatan Statistik Kepelatihan Widodo Cahyono Putro

Liga Nasional : 206 pertandingan, 80 menang, 63 seri, 63 kalah, dan 303 poin.

Kejuaraan/Piala Nasional : 14 pertandingan, 3 menang, 2 seri, 9 kalah, dan 11 poin.

Internasional : 9 pertandingan, 2 menang, 2 seri, 5 kalah, dan 8 poin.

Aji Santoso

Aji Santoso merupakan pelatih sepak bola lokal yang berasal dari Malang, Indonesia.

Lahir pada 6 April 1970, kini Aji Santoso telah memasuki usia 54 tahun.

Mengantongi Lisensi Pro Kontinental, Aji Santoso memiliki periode rataan sebagai pelatih selama 1,00 tahun.

Selama menjalani kariernya sebagai pelatih sepak bola, Aji Santoso lebih menyukai skema formasi 4-3-3 defending.

Diketahui, Aji Santoso mulanya meniti karier sebagai pemain bola dan mencatatkan debutnya bersama PS Arema pada 1 Juli 1987 silam.

Kemudian, ia memutuskan gantung sepatu pada 1 Juli 2004.

Setelah itu, Aji Santoso melanjutkan langkahnya sebagai pelatih sepak bola.

Aji Santoso mengawali kariernya sebagai pelatih kepala Timnas U-16 indonesia pada 1 Juli 2005 silam.

Ia mengasuh Timnas U-16 Indonesia hingga 31 Januari 2006.

Setelah itu, ia lantas melanglangbuana menjadi pelatih kepala di beberapa klub di Indonesia, seperti Persikoba Kota Batu, Metro FC, PON Jatim, Persik Kediri, Persisam Putra Samarinda, Persema Malang, Persebaya 1927, hingga Persebaya Surabaya.

Pada 1 Juli 2011, ia kembali merapat ke tim nasional dan menjabat sebagai asisten pelatih di Timnas U-23 Indonesia.

Kala itu, ia bekerja sama dengan pelatih kepala Beto Bianchi.

Pada 1 Agustus 2013, Aji Santoso dipercaya sebagai pelatih kepala Timnas U-23 Indonesia hingga 30 Juni 2015.

Di periode yang sama, ia juga ditunjuk menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia Olympic Team.

Berikutnya, Aji Santoso kembali melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih kepala di tingkat klub.

Tercatat, ia sempat mengarsiteki sejumlah klub seperti, Arema FC, Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta, Persikabo 1973, hingga Persebaya Surabaya.

Menilik riwayatnya bersama Arema FC, Aji Santoso berhasil mencatatkn 7 kemenangan, 5 hasil imbang, serta 5 kali kalah dengan total 26 poin.

Di bawah asuhan Aji Santoso, rasio gol skuad Singo Edan berada di angka 15:16 (15 memasukkan/16 kemasukan).

Tak hanya itu, Aji Santoso berhasil mengantarkan Arema FC meraih gelar juara Piala Presiden 2017.

Sementara itu, ketika menjadi nahkoda Persebaya Surabaya, Aji Santoso berhasil mencatatkan 43 kemenangan, 22 hasil imbang, dan 26 kali kalah dengan total 151 poin.

Rasio gol yang ditorehkan skuad Bajul Ijo di bawah komando Aji Santoso, yakni 147:112 (147 memasukkan/112 kemasukan).

Lebih mengesankan lagi, Aji Santoso berhasil membawa Persebaya Surabay menduduki posisi kedua pada klasemen akhir Liga 1 2019 dengan meraup 54 poin.

Pada 10 Juni 2024, Aji Santoso didapuk menjadi pelatih kepala PSPS Pekanbaru yang tengah berjuang di Liga 2 2024/2025.

Hingga kini, PSPS Pekanbaru telah mencatatkan 10 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kali kalah dari 22 pertandingan bersama Aji Santoso.

Rasio gol Askar Bertuah berada di angka 33:24 (33 memasukkan/24 kemasukan) dengan total 36 poin.

Berkaca pada hasil tersebut, Aji Santoso kans memboyong PSPS Pekanbaru untuk naik kasta ke Liga 1 musim depan.

Selama memngasuh PSPS Pekanbaru di Liga 2 2024/2025, Aji Santoso sering menerapkan skema formasi 4-3-3 defending.

Namun dalam beberapa laga, Aji Santoso juga sempat menjajal untuk menggunakan formasi 4-3-3 attacking.

Melihat pada hasilnya, tampaknya penerapan formasi defending dalam skuad PSPS Pekanbaru lebih efektif.

Skuad Askar Bertuah lebih serin mencatatkan kemenangan ketika menggunakan fromasi 4-3-3 defending.

Adakalanya, Aji Santoso juga sempat bereksperimen dengan menerapkan racikan lain, seperti 4-4-2 dan 3-4-3.

Akan tetapi, formasi tersebut sepertinya tidak cocok dengan PSPS Pekanbaru lantaran tak berhasil membuahkan hasil positif.

Ketika laga kontra PSIM Yogyakarta, PSPS Pekanbaru menggunakan skema formasi 3-4-3 dan harus menelan kekalahan dengan skor akhir 2-1.

Beralih pada statistiknya, Aji Santoso telah mencatatkan 78 kemenangan, 48 hasil imbang, 69 kalah, dan 282 poin dari 195 pertandingan di level Liga Nasional.

Pada Kejuaraan/Piala Nasional, Aji Santoso telah membukukan 10 pertandingan dengan catatan 2 menang, 2 hasil imbang, 6 kekalahan, dan total 8 poin.

Sementara pada tingkat Internasional, Aji Santoso hanya mencatatkan 2 pertandingan dan tak berhasil menorehkan kemenangan maupun hasil imbang.

Biodata Aji Santoso

Nama lengkap                                : Aji Santoso

Tanggal lahir / Umur                     : 6 April 1970 (54 tahun)

Tempat kelahiran                          : Malang, Indonesia

Kewarganegaraan                         : Indonesia

Periode rataan sebagai pelatih   : 1,00 tahun

Lisensi kepelatihan                       : Lisensi Pro Kontinental

Formasi yang disukai                    : 4-3-3 Defending

Rekam Jejak Kepelatihan Aji Santoso

Pelatih Kepala Timnas U-16 Indonesia : 1 Juli 2005 - 31 Januari 2006

Pelatih Kepala Persikoba Kota Batu : 1 Februari 2006 - 31 Desember 2006

Pelatih Kepala Metro FC : 1 Januari 2007 - 31 Desember 2007

Pelatih Kepala PON Jatim : 1 Januari 2008 - 31 Juli 2008

Pelatih Kepala Persik Kediri : 1 Januari 2009 - 31 Maret 2009

Pelatih Kepala Persebaya Surabaya : 1 April 2009 - 30 Juni 2009

Pelatih Kepala Persisam Putra Samarinda : 1 Juli 2009 - 31 Maret 2010

Pelatih Kepala Persema Malang : 1 April 2010 - 31 Desember 2010

Pelatih Kepala Persebaya 1927 : 1 Januari 2011 - 30 Juni 2011

Asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia : 1 Juli 2011 - 1 Juli 2013

Pelatih Kepala Timnas U-23 INodnesia : 1 Agustus 2013 - 30 Juni 2015

Pelatih Kepala Timnas Indonesia Olympic : 1 Agustus 2013 - 30 Juni 2015

Pelatih Kepala Arema FC : 1 Januari 2017 - 31 Juli 2017

Pelatih Kepala Persela Lamongan : 7 September 2017 - 30 Juni 2019

Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta : 15 Juli 2019 - 9 Oktober 2019

Pelatih Kepala Persebaya Surabaya : 31 Oktober 2019 - 13 Agustus 2023

Pelatih Kepala Persikabo 1973 : 16 Agustus 2023 - 9 Maret 2024

Pelatih Kepala PSPS Pekanbaru : 10 Juni 2024 - sekarang

Statistik Kepelatihan Aji Santoso

Liga Nasional : 195 pertandingan, 78 menang, 48 seri, 69 kalah, dan 282 poin.

Kejuaraan Domestik/Piala Nasional : 10 pertandingan, 2 menang, 2 seri, 6 kalah, dan 8 poin.

Internasional : 2 pertandingan, 0 menang, 0 seri, 2 kalah, dan 0 poin.

Prestasi Aji Santoso

1X Indonesian League Cup Winner : 2016/2017 (Arema FC)

Pernyataan Pelatih & Preview Jelang Laga

Terkait pertemuannya dengan Aji Santoso, Widodo Cahyono Putro mengaku tidak mau terlalu menanggapi.

Dirinya hanya fokus untuk memenangkan Persijap Jepara.

"Tidak ada gengsi antar pelatih, yang jelas saya ingin menang," kata Widodo dikutip dari Tribunjateng, Selasa (25/2/2025).

Dalam laga ini, Widodo Cahyono Putro akan menerjunkan skuad terbaiknya demi menghadapi laga pamungkas di play off promosi ke Liga 1. 

Ujian besar akan dihadapi Zulham Zamrun dkk demi bisa membawa Laskar Kalinyamat kembali ke kasta tertinggi sepakbola di Indonesia.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat ini terakhir kali berada di liga tertinggi pada tahun 2014.

Widodo ingin anak asuhnya tetap optimis dan menjaga mentalitas pemain saat meladeni permainan PSPS Pekanbaru. 

Bagi pria yang kerap disapa WCP, hal itu menjadi kunci untuk mengantarkan Persijap melanggeng ke Liga 1.

Laga penentu tersebut diakui menjadi incaran kedua tim untuk menuju kemenangan. 

Laskar Kalinyamat diunggulkan karena bermain di kandang dan didukung ribuan supporter.

Meski demikian, Widodo mengingatkan para pemain untuk tidak jumawa dan bisa menjaga chemistry antar pemain. 

Ia menilai dengan komunikasi dan saling support, Laskar Kalinyamat bisa menyuguhkan kado manis untuk masyarakat di Kota Ukir Jepara.

"Ini adalah pertandingan krusial, istilahnya laga hidup mati, jadi harus menata mental untuk membawa kemenangan," ujarnya 

Dia menganggap kepercayaan diri ini perlu dipupuk oleh setiap punggawa yang ada di Persijap. 

Ia meminta kepada anak asuhnya agar bisa memaksimalkan peluang sekecil mungkin untuk membuahkan gol.

"Peluang kecil harus bisa dimaksimalkan, karena itu yang akan menentukan hasil pertandingan," ujarnya.

Di sisi lain, perjalanan Persijap jepara dan PSPS Riau untuk bisa bertarung memperebutkan tiket promosi ke Liga 1 pun sangat sulit.

Kedua tim menyelesaikan babak 8 besar dengan berada di posisi runner-up grup championship Liga 2 2024/2025.

Persijap Jepara duduk di bawah Bhayangkara FC pada grup Y penyisihan.

Tim berjuluk Laskar Kalinyamat dapat menyamai poin Bhayangkara pada tabel klasemen akhir.

Bhayangkara  berhak unggul secara posisi karena mengantongi head to head atas Persijap.

Sementara PSPS finis di bawah PSIM Yogyakarta pada grup X penyisihan.

Namun koleksi poin PSPS terpaut cukup jauh yakni, enam angka dari tim penantang Bhayangkara pada fase final Liga 2 2024/25.

PSPS juga membawa performa yang lebih buruk ketimbang Persijap.

PSPS mengantongi tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir.

Catatan tersebut pun berbalikan dari Persijap yang dapat mengamankan lima laga terakhir tanpa kekalahan.

Dengan data tersebut, memperkirakan laga play-off Liga 2 bakal dimenangkan oleh Persijap.

Di satu sisi, Persijap sendiri juga memiliki keuntungan karena pertandingan akan dihelat di kandang.

Tentu seruan suporter dapat semakin membakar semangat Zulham Zamrun cs pada partai terakhir musim ini.

Tak lupa, Persijap juga memiliki Rosalvo yang ganas di dalam kotak penalti

Striker asal Brasil telah menciptakan 10 gol pada musim 2024/25.

Duel kedua tim pada babak Playoff Promosi Liga 1 2025 ini akan jadi pertemuan ketiga dalam catatan Head to head Persijap Vs PSPS di satu dekade terakhir.

Sebelumnya, kedua kesebelasan pernah bertemu di Liga Indonesia divisi teratas. 

Pada musim 2011 silam saat masih dalam format Indonesia Super League atau ISL.

Dari putaran 1 dan putaran 2 ISL 2011 lalu, Skuad Askar Bertuah dan Laskar Kalinyamat sama-sama saling menumbangkan!

PSPS Riau Menang 5-0 pada putaran pertama ISL 2011.

Tapi kemudian dikalahkan Persijap Jepara 1-0 di putaran kedua pada Super League musim 2011 tersebut.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Diponegoro/Suci Nur Aini) (TribunJakarta)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta dengan judul PREDIKSI Perebutan Tiket Promosi Liga 1 Persijap vs PSPS: 2 Sosok Hebat Belakang Layar Adu Ilmu