Dedi juga menata ulang penggunaan kendaraan dinas lainnya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Beberapa sepeda motor dinas dialihkan untuk operasional Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Baca juga: Kata Dedi Mulyadi dan Bossman Mardigu soal Viral Tagar KaburAjaDulu: Di Jawa Barat Kita Buat Ruang
Sepeda motor Honda CBR dijadikan kendaraan operasional Dinas Perhubungan, sementara Royal Enfield dan BMW diberikan kepada Satpol PP dan pimpinan kantor gubernur.
Langkah ini sejalan dengan visi Dedi Mulyadi dalam menata keuangan daerah dan memastikan aset pemerintah digunakan secara maksimal untuk kepentingan rakyat.
Dengan kebijakan ini, kendaraan dinas tidak hanya menjadi simbol birokrasi, tetapi benar-benar berfungsi untuk mendukung pelayanan publik.
Gebrakan Dedi dalam efisiensi anggaran ini menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Banyak yang mengapresiasi pendekatan pragmatisnya dalam mengelola aset daerah, sementara sebagian lainnya menantikan realisasi dari rumah sakit berjalan yang diusulkannya.
Sebelumnya, Dedi mencopot Siti Faizah sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Kota Depok karena melanggar aturan terkait kegiatan pelaksanaan study tour ke luar Provinsi Jabar.
Kepala Disdik Jabar, Wahyu Mijaya, mengatakan pihaknya sudah menunjuk Plh Kepala Sekolah SMAN 6 Depok untuk melakukan tugas rutin selama belum ada pengangkatan kepala sekolah yang baru. (*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul "Dedi Mulyadi Minta Mobil Dinas Mercy Jadi RS Berjalan, Bisa Periksa Sakit Kanker dan Ibu Hamil."