TRIBUNWOW.COM - Mengenal sosok pelatih jawara Singapura yang berpotensi untuk direkrut Persebaya Surabaya dan Arema FC.
Persebaya Surabaya dan Arema FC saat ini tengah menghadapi tantangan berat.
Kedua klub tersebut sedang berada dalam situasi yang penuh tekanan, terutama terkait dengan masa depan pelatih kepala mereka.
Kedua pelatih, Paul Munster dari Persebaya dan Ze Gomes dari Arema FC, tengah menghadapi desakan keras dari para suporter yang menginginkan perubahan di jajaran pelatih setelah hasil buruk yang didapatkan pada putaran kedua Liga 1 2024/2025.
Kekalahan beruntun yang diterima klub-klub ini menjadikan kedua pelatih tersebut menjadi sorotan utama.
Namun, di tengah ketidakpastian ini, nama pelatih asal Korea Selatan mulai mencuri perhatian.
Pelatih yang sukses di Liga Singapura ini dianggap oleh sebagian kalangan sebagai sosok yang tepat untuk menangani kedua klub besar Indonesia tersebut.
Dengan catatan prestasi yang cemerlang, pelatih ini dinilai memiliki potensi untuk membawa Persebaya Surabaya maupun Arema FC kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Jika satu di antara klub berhasil merekrutnya, ada kemungkinan besar bahwa mereka akan mampu mencatatkan hasil yang lebih positif dalam sisa musim ini.
Baca juga: Bekas Tangan Kanan Shin Tae-yong Nganggur, Persebaya Surabaya & Arema FC Minat? Persib Pernah Suka
Mengenal Sosok Kim Do-hoon
Kim Do-hoon, pelatih asal Korea Selatan yang memiliki pengalaman luas, kini semakin dilirik di dunia sepak bola Indonesia.
Banyak yang memandangnya sebagai sosok yang bisa membawa angin segar bagi klub-klub Liga 1.
Lahir di Tongyeong, Gyeongnam pada 21 Juli 1970, perjalanan kariernya sebagai pelatih telah memberikan banyak pelajaran berharga.
Setelah pensiun sebagai pemain sepak bola, Kim Do-hoon memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan pada 2005.
Ia mulai mengasah kemampuannya dengan menjadi asisten pelatih di Seongnam Ilhwa, klub yang juga pernah dilatih oleh Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia.
Di klub ini, Kim Do-hoon menghabiskan waktu lebih dari tujuh tahun untuk memperdalam pengalaman dan keterampilannya dalam dunia kepelatihan.