TRIBUNWOW.COM - Inilah bacaan niat dan tata cara lengkap membayar membayar utang Puasa Ramadhan tahun lalu.
Diketahui, Puasa Ramadhan merupakan satu di antara rukun Islam, yang di mana saat seseorang meninggalkan puasa tersebut, maka wajib menggantinya.
Ada tiga cara mengganti utang Puasa Ramadhan, yakni berpuasa di hari lain, membayar fidyah, serta membayar kafarat.
Membayar fidyah bisa dilakukan oleh ibu hamil, menyusui, lansia, serta orang yang sakit berat.
Sementara kafarat, merupakan puasa untuk menebus dosa seseorang yang melakukan sejumlah hal, di antaranya melakukan hubungan intim di siang hari bulan Ramadhan.
Berikut penjelasan dan tata cara membayar utang Puasa Ramadhan selengkapnya:
Baca juga: Puasa Ramadhan 2025 Sebentar Lagi Tiba, Cek Tips agar Bisa Khatam Alquran dalam 1 Bulan
Qadha Puasa
Qadha Ramadhan merupakan cara membayar utang puasa bagi orang yang meninggalkan Puasa Ramadhan karena beberapa hal, seperti haid, tidak kuat puasa saat sakit, hingga hal-hal lain yang membuat puasa batal.
Cara Qadha Ramadhan
Ada beberapa syarat atau ketentuan dalam mengqadha puasa.
Pertama, qadha puasa tidak boleh dibatalkan kecuali ada halangan yang dibolehkan dalam berpuasa Ramadhan.
Kedua, tidak wajib membayar puasa secara berturut-turut, atau boleh dilaksanakan dalam waktu yang tak berurutan jika berhutang lebih dari 1 hari.
Ketiga, mengganti puasa sesuai dengan jumlah utangnya.
Keempat, membaca niat puasa qadha diwajibkan di malam hari sama seperti waktu bulan Ramadhan.
Kelima, saat melakukan qadha puasa lalu berhubungan dengan suami/istri di siang hari, maka tidak ada denda yang dibayarkan, melainkan mengganti puasa yang disertai dengan taubat.
Keenam, qadha Puasa Ramadhan bisa digabung dengan puasa sunnah, namun niat yang dibaca harus qadha Puasa Ramadhan, sehingga utang puasa lunas, tapi tetap dapat pahala puasa sunnah di hari itu.