Profil

Sosok Benidektus: Fisioterapi Persib Bandung Jadi Korban Pemukulan, Ini Kronologi dan Motif Pelaku

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret Fisioterapi Persib Bandung, Benediktus Adi Prianto. Terkini, Benediktus Adi menjadi korban pemukulan seorang oknum suporter pasca laga Persib Bandung vs Persis Solo.

Piahak kepolisian juga telah mengamankan sosok pelaku yang ternyata adalah warga Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsasi, Surakarta.

Dampak dari pemukulan tersebut, Benidektus Adi mengalami luka lebam di bagian pipinya sebelah kanan.

Wajah Benidektus pun segera dikompres agar tak terjadi pembengkakan.

Pertolongan pertama kepada Benidektus Adi tersebut disinyalir dilakukan saat masih berada di area tunggu stasiun.

Setelah mengalami insiden tak mengenakkan tersebut, Benidektus Adi pun mengunggah kata-kata bijak melalui story akun instagram pribadinya pada Senin (30/12/2024).

"Hidup ini bukan untuk membalas hal yang buruk dengan hal yang sama, tapi bagaimana kita belajar membalas hal buruk dengan kebaikan -anonymus-

Membalas kekerasan dengan kekerasan bukanlah solusi, tapi mengentikan kekerasan itu sendiri adalah solusi terbik! #humanityfirst," tulis @benediktus.ap.

Baca juga: Pengakuan Pemukul Fisioterapi Persib setelah Laga Vs Persis, Dendam Kesumat saat Tinggal di Jakarta

Motif Pelaku Pemukulan

Pelaku pemukulan langsung diamankan setelah pihak kepolisian mengidentifikasi kamera CCTV di area Stasiun Solo Balapan.

Setelah berhasil diamankan, pelaku menjalani pemeriksaan di Polresta Solo.

Berdasarkan pemeriksaan awal, motif pelakukan melakukan pemukulan kepada tim Persib Bandung itu didasari oleh dendam.

Diketahui, sebelumnya pelaku pernah menjadi korban pemukulan oknum suporter Persib Bandung ketika masih tinggal di Jakarta.

Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi pun membenarkan hal tersebut.

"Kemarin sebetulnya pertandingan berjalan dengan lancar. Namun demikian kami sayangkan ada oknum suporter yang mereka tidak menonton di stadion tapi mereka menonton bareng di luar stadion. Mereka berusaha mengintimidasi tim Persib yang berada di Stasiun Balapan yang saat itu sedang akan menggunakan kereta api kembali ke Bandung," ujar Iwan saat ditemui TribunSolo.com, Senin (30/12/2024) siang.

"Saat itu sempat satu orang melakukan penyerangan kepada salah satu kru dari Persib," lanjutnya.

Halaman
1234