Pemain yang dimaksud yakni ada Cahya Supriadi, Kadek Arel, Doni Tri hingga Dethan.
Namun, Gita Suwondo tetap menilai timnas Indonesia butuh pemain diaspora untuk terbang tinggi.
"Beberapa individu menunjukkan kualitasnya seperti Cahya Supriadi, Kadek Arel, Dony Tri, bahkan Dethan yang tidak pernah main sejak awal benar-benar menunjukkan kualitasnya, dia mempunyai peluang saat melawan Vietnam."
"Namun, intinya adalah kita memang butuh pemain-pemain diaspora yang memang mengangkat tim."
"Terbukti Marselino hidup dengan pemain-pemain senior yang berpengalaman di Eropa menunjangnya."
"Seperti yang terjadi dengan Asnawi dan Pratama Arhan yang tidak terjadi di AF ini," ucap Gita Suwondo.
Terakhir, Gita Suwondo berpendapat gagalnya timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024 karena tumpulnya para striker timnas Indonesia.
Seperti yang diketahui, semua gol timnas Indonesia dicetak oleh pemain belakang.
"Sepanjang AFF 2024 berjalan, kekurangan Indonesia adalah lini tengah dan depan."
"Dua pertandingan terakhir tidak bikin gol dan empat gol yang tercipta datang dari pemain belakang, full back Asnawi, Ferarri dan Kadek Arel," ungkap Gita Suwondo. (*)
Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul "Timnas Indonesia Gagal di ASEAN Cup 2024, Marselino, Asnawi dan Arhan Dinilai Tak Kuat Gendong Skuad Muda Shin Tae-yong."