"Memang, bahkan bukan hanya terjadi kepada saudari (karyawan berinisial D), melainkan juga kepada pemilik (orangtua) dan saudaranya," tambah manajemen.
Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh George, ibunya sampai mengalami patah tulang dan luka di kepala.
"Pemilik wanita pernah mengalami patah tulang lengan dan memar akibat dibanting oleh pelaku. Adik laki-laki pelaku juga pernah mengalami luka di kepala yang juga dialami pegawai berinisial D," lanjut keterangan tersebut.
Meskipun mengalami penganiayaan, orangtua George Sugama Halim tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
"Namun, sulit bagi seorang ibu, sejelek-jeleknya anaknya untuk diproses hukum karena kasih sayang seorang ibu, walaupun ia yang menjadi korban sekali pun," pungkas manajemen.
Korban sebut pelaku tak punya gangguan jiwa
D mengungkapkan, George tidak mengalami gangguan kejiwaan.
"Setahu saya dia normal aja sih soalnya dia juga meeting meeting sama orang. Dia juga kepala toko di Kelapa Gading," kata D di dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Menurut D, pelaku selama ini memang dikenal sebagai pribadi yang suka marah-marah.
"Emang suka marah-marah," ujarnya.
Sejak awal bekerja di toko roti milik orangtua pelaku, D mengaku kerap mendapatkan kekerasan verbal dari George.
Namun, kekerasan fisik baru dialaminya beberapa waktu terakhir.
"Kalau dari mulut (kekerasan verbal) dari emang awal kerja di situ. Tapi kalau fisik baru kemarin," ucapnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "George Sugama Halim Sering Marah-marah hingga Lakukan Penganiayaan, Mengapa?"